Sesuai janjinya, tidak terlampau lama setelah peluncuran X.ai, Elon Musk pada tanggal 5 November 2023 telah mengumumkan secara resmi peluncuran produk baru dalam jajaran produk X, yaitu Grok.
Waktu peluncuran Grok oleh X tidak berselang lama setelah pada tanggal 30 Oktober 2023 yang lalu Presiden Joe Biden telah menandatangani Keputusan Presiden Amerika Serikat terkait dengan teknologi kecerdasan buatan yang “Keamanan, Keselamatan dan Dapat Dipercaya”.
Dan juga tidak terpaut lama dengan kegiatan AI Summit yang berlangsung di London, Inggris sejak tanggal tanggal 1 November 2023 hingga 2 November 2023. Sebuah forum yang membahas tentang peta jalan kebijakan pemerintah dan para pengembang teknologi kecerdasan buatan.
Menurut Elon dan X, Grok menjanjikan fungsionalitas yang lebih terbuka dibandingkan dengan produk AI yang lainnya seperti Chat-GPT, Bard, dll, sesuai dengan rilis resminya yang mengatakan bahwa:
Grok is an AI modeled after the Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, so intended to answer almost anything and, far harder, even suggest what questions to ask!
Grok is designed to answer questions with a bit of wit and has a rebellious streak, so please don’t use it if you hate humor!
A unique and fundamental advantage of Grok is that it has real-time knowledge of the world via the 𝕏 platform. It will also answer spicy questions that are rejected by most other AI systems.
Grok is still a very early beta product – the best we could do with 2 months of training – so expect it to improve rapidly with each passing week with your help.
Thank you, the xAI Team
Saya bisa memahami klaim tersebut, karena sejak Twitter diambil alih kepemilikannya oleh Elon, terjadi banyak sekali perubahan pada pelantar media sosial tersebut, terutama pada ranah keterbukaan informasi.
Elon pada banyak cuitannya berkali-kali mengatakan bahwa dia sangat mendukung keterbukaan informasi, betapapun informasi tersebut kerap kali dipandang oleh banyak pihak sebagai hal yang provokatif dan tidak akurat.
Sayangnya Grok versi beta saat ini baru dapat diakses oleh para pengguna X di Amerika, dan belum tersedia secara global. Namun dari beberapa cuitan pengguna X lainnya, saya melihat bahwa kemampuan Grok itu patut dicoba.
Sama seperti Ghact-GPT, Bing Chat, atau Google Bard, kita cukup mendaftar untuk bisa menggunakan layanan yang disediakan oleh pelantar yang bersangkutan.
Khusus untuk Grok, para penggunanya wajib menggunakan akun yang telah lebih dulu terdaftar pada pelantar X.
Belum ada informasi apakah Grok akan menetapkan biaya bagi para penggunanya. Namun kalau disimak dari desas-desus yang sudah beredar luas, besar kemungkinan skenario akun berbayar atau langganan bagi para pengguna baru X akan diterapkan juga bagi para pengguna Grok.
Semoga kita di Indonesia juga bisa segera mencoba dan membuktikan sejauh mana keampuhan Grok itu.
Referensi:
- Executive Order on the Safe, Secure, and Trustworthy Development and Use of Artificial Intelligence
- FACT SHEET: President Biden Issues Executive Order on Safe, Secure, and Trustworthy Artificial Intelligence
- At UK’s AI Summit developers and govts agree on testing to help manage risks
Discover more from Yulianus Ladung
Subscribe to get the latest posts sent to your email.



