Perjalanan hari ini

Hari ini saya melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara dari Jakarta (Bandar Udara Internasional Sukarno-Hatta) ke Batam (Bandar Udara Internasional Hang Nadim). Dan saya menggunakan layanan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

 

Sebuah perjalanan (yang bisa dibilang rutin) yang saya lakukan paling tidak 2 kali dalam 1 bulan. Sebenarnya tidak ada yang spesial pada perjalanan kali ini, hanya saja pada hari ini  ada beberapa hal yang biasanya saya alami satu per satu, namun kali ini terjadi berurutan dan pada hari yang sama.

 

Pintu Keberangkatan

Seperti biasa, setelah check-in dan mendapatkan boarding pass, saya pun menuju ke salah satu lounge yang ada di airport itu untuk menunggu jadwal keberangkatan saya. Sekalian juga untuk sarapan pagi, karena pagi tadi itu saya benar-benar lapar setelah hari sebelumnya saya hanya sempat makan 1 kali saja.

 

Pada boarding pass tercantum informasi keberangkatan saya yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 152 dan waktu boarding-nya pukul 10.45 dengan tujuan Batam/Batu Besar melalui gate F3.

 

Setelah menunggu sejak pukul 08.30, akhirnya tepat pukul 10.30 saya pun menuju gate F3. Sesampainya di depan gate F3, saya tidak menemukan keterangan pada layar LCD yang terpasang disitu berkaitan dengan jadwal keberangkatan saya ke Batam sesuai dengan yang tertera di boarding pass yang saya pegang. Dan setelah tanya sana dan tanya sini, saya mendapat informasi bahwa gate-nya pindah ke F4, saat itupun tidak tercantum informasi penerbangan GA 152 dilayar LCD didepan gate F4.

 

Bukan sebuah hal yang aneh lagi, apabila tanpa pemberitahuan sebelumnya pintu keberangkatan di terminal 2 (domestik) itu berubah secara tiba-tiba bahkan cenderung sesuka-nya saja. Saya sudah mengalami hal ini lebih kurang sekitar 7 kali. Dan semuanya terjadi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya sama sekali dari pihak yang berwenang disitu.

 

Pada sekitar bulan April yang lalu, saya dan beberapa penumpang lainnya (dengan tujuan ke Balikpapan) pernah kecele karena setelah berjalan dari ujung pintu masuk keberangakatan ke gate F4 (ujung ke ujung), dan setelah sampai di-gate F4 ternyata pintu keberangkatan-nya pindah ke F6. Akhirnya kami harus kembali lagi ke ujung satu-nya. Untung saja setiap kali saya melakukan perjalanan, saya jarang exceed my bagage more than my lovely-backpack.

 

Bayangkan saja kalau hal itu dialami oleh calon penumpang lansia atau seorang ibu yang mengendong anak-nya. Pasti akan merepotkan sekali bukan?

 

Apabila Anda perhatikan, pada saat kita mulai mendekati pintu pemeriksaan kedua ketika menuju ke pintu keberangkatan, dapat kita saksikan para petugas dibandara tersebut yang berseliweran dan memberikan pengumuman dengan setengah berteriak mengenai jadwal penerbangan yang ada, baik itu yang delay sudah boarding atau bahkan memanggil-manggil nama calon penumpang tertentu.

 

Para petugas itu juga melakukan hal yang sama didalam ruang tunggu keberangkatan didalam. Melihat kondisi yang seperti itu, saya jadi teringat suasana diterminal bis dimana para kernet-nya sedemikian aktif mencari calon penumpang, perbedaan hanya terletak pada seragam saja.

 

Tapi ya demikianlah kurang lebih gambaran umum dari kondisi fasilitas publik di negeri ini, bahkan di fasilitas sekelas Sukarno-Hatta yang bertajuk Bandar Udara Internasional.

 

Flight Delayed dan mengantri di run way

Pada hari minggu yang lalu, ada seorang kawan yang bercerita bahwa dia mengalami hal tidak menyenangkan ketika melakukan perjalanan dari Medan ke Jakarta. Saat itu maskapai penerbangan yang dia gunakan melakukan penundaan penerbangan tanpa kejelasan.

 

Dan pada hari ini, saya mengalami hal itu juga. Masih dalam perjalanan dari Jakarta ke Batam. Sesuai dengan keterangan yang tercantum pada boarding pass yang saya pegang, bahwa waktu boarding adalah pukul 10.45 WIB dan sesuai dengan keterangan pada tiket yang saya waktu keberangkatan adalah pukul 11.05.

 

Namun, setelah menunggu sejak pukul 08.30 dan sudah bersiap-siap di ruang tunggu keberangkatan sejak pukul 10.30, pihak Garuda Indonesia menginformasikan bahwa terjadi keterlambatan keberangkatan dikarenakan pesawat yang akan digunakan pada penerbangan kali ini terlambat tiba di Jakarta. Alhasil, waktu keberangkatan jadi molor dari jadwal sebelumnya menjadi 11.30.

 

Pada pukul 11.20 saya kembali lagi ke ruang tunggu keberangkatan. Namun ternyata terjadi lagi keterlambatan lagi, menjadi pukul 11.50. Hum, mau bagaimana lagi. Bagi saya sih yang penting bisa sampai hari ini juga dengan selamat di Batam.

 

Setelah diumumkan bahwa semua penumpang GA 152 bisa boarding, maka kami pun antri untuk masuk ke pesawat. Dan setelah melakukan persiapan standar, akhirnya para air crew menutup pintu pesawat, tanda bahwa pesawat sudah siap untuk terbang.

 

Tunggu punya tunggu .. setelah sekitar 5 menit, pesawat yang kami tumpangi GA 152 (dengan nomor sayap PK-GGT) tidak bergerak-gerak juga. Hum, sebuah hal yang diluar kewajaran nih. Biasanya sih, tidak sampai 5 menit, begitu pintu pesawat ditutup maka pesawat langsung menuju ke run way untuk kemudian ambil ancang-ancang untuk take-off.

 

Saat itu suasana didalam kabin pesawat lumayan hangat, karena masih didarat maka nampaknya sang pilot tidak menyalakan AC dan hanya menggunakan fan saja. Lumayan serasa didalam sauna deh.

 

Tidak lama berselang, sang pilot pun memberikan keterangan, bahwa:

Informasi dari ATC (Air Traffic Control) bahwa terjadi antrian panjang di run way Sukarno-Hatta saat itu, dikarenakan hanya 1 run way yang berfungsi dari 2 run way yang biasa digunakan. Dan kita harus menunggu sekitar 25 sampai 30 menit untuk mendapatkan giliran.

 

Dubrak .. !!! Another half hour delayed .. !!

 

Kalau dijumlah, maka waktu yang kami habiskan untuk menunggu di airport Sukarno-Hatta menjadi sekitar 1 jam 45 menit. Dan apabila dibandingkan dengan waktu tempuh Jakarta-Batam yang berkisar antara 1 jam dan 20 menit sampai dengan 1 jam dan 30 menit, maka seharusnya kami sudah sampai di Batam sebelum pukul 13.45.

 

Ya mau bagaimana lagi, nasib lah harus menunggu lagi. Akhirnya setelah sekitar 20 menit, pesawat kami pun mulai bergerak perlahan ke arah run way. Yang dilanjutkan menunggu sekitar 15 menit di ujung run way sebelumnya akhirnya pesawat kami pun melesat ke angkasa.

 

Saya sempat memperhatikan bahwa ketika pesawat kami mengarah ke run way ternyata dibelakang pesawat kami ada sekitar 4 pesawat lainnya yang terdiri dari Garuda dan Batavia Air. Sedangkan didepan kami, ada 3 pesawat lainnya, yaitu Singapore Airlines, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia. Pasti saat itu ATC sedang sibuk sekali, baik mengurus pesawat-pesawat yang akan take-off maupun pesawat-pesawat yang akan landing.

 

Demikian kisah perjalanan hari ini.

Advertisements

7 thoughts on “Perjalanan hari ini

  1. Jadi sekarang ada di Batam nih…
    nyebrang dulu ke pulau Bintan ya om Ladung…
    pasti disambut hangat di sini, kalo gak hujan… kalo hujan dingin.

    Like

  2. @ Arif: saiki nang Bintan, gentini si Tiara yo? wah iyo ker, aku la pengen banget mrono tapi keto e ra iso i, me’ tekan Sebtu nang Batam. next time ya bro, lagian hari ini kan ujan mungkin kalau pas ntar-ntar sudah mulai anget lagi .. hehe … eniwei suwun banget for the offering ya ..

    Like

  3. @ Santy: Iya Bu, saya selalu sabar kok. Kalau saya ga sabar, bisa-bisa ketika sudah didalam pesawat itu, saya ya keluar lagi. Saya akan ajak beberapa penumpang turun lagi dan ngerokoan disamping sayap-nya … hehehe ..

    Like

  4. merasa tak enak ya kalo bicara dengan bahasa indonesia yang jelas dan lugas. kenapa selalu ada inggrisnya, kok bangga sih
    dengan bahasa orang lain.gitu loh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s