‘agamamu’ dan ‘agamaku’

Beberapa tahun yang lalu saya mulai aktif menggunakan Joomla dan aktif dikomunitas-nya. Bukan untuk kepentingan pribadi saya, untuk blog misalnya, melainkan karena ingin membantu beberapa organisasi yang saya ikuti.

 

Walaupun sekarang saya sudah tidak aktif lagi dikomunitas tersebut, namun saya masih sering berkomunikasi dengan beberapa kawan Joomla Indonesia dan terakhir saya sempat dimintai pendapat mengenai Joomla Day Indonesia yang diselenggarakan di Jogjakarta.

 

Kemarin disela waktu senggang, saya iseng coba ‘jalan-jalan’ lagi ke situs Joomla itu. Wah, perkembangan Joomla sudah sedemikian pesat, sekarang Joomla sudah memiliki versi-nya yang terbaru Joomla 1.5.

 

Dan ketika login setelah sekian lama tidak login disitus itu, saya lumayan kaget, ternyata disitus Joomla itu, saya mendapatkan credit sebagai Joomla! Guru. Ga ngerti bagaimana ceritanya saya mendapatkan hal itu.

 

Tapi ya sudahlah, toh itu hanya sekedar credit dan tidak spesial, siapa saja bisa mendapatkan hal itu. Lagipula saya tidak berbuat banyak untuk komunitas tersebut. Tidak seperti yang sudah dilakukan oleh Andi Sikumbang, Adrian Tarigan, Andra Yogi, dkk.

 

Walaupun sekarang saya bekerja pada sebuah prinsipal IT terbesar didunia (yang bagi banyak kawan-kawan dan kalangan praktisi TI menjadi momok tersendiri) namun bagi saya pekerjaan adalah pekerjaan, sedangkan bersahabat it’s another different story. Tapi tetap saja sih, ada beberapa oknum yang beranggapan saya adalah antek dari perusahaan tempat saya bekerja.

 

Saya tentu tidak sendirian, ada beberapa rekan yang memiliki email @linux.or.id tapi kerjaan sehari-harinya malah ngerjain project dan ngajar materi-nya proprietary.

 

Apakah kemudian hal itu salah? Tentu saja tidak, karena hal tersebut berkaitan dengan hajat hidup untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Tapi ini bukan berarti saya ingin mengatakan bahwa dengan Open Source maka Anda tidak dapat hidup dengan layak lho ya.

 

Menggunakan proprietary system atau Open Source itu adalah pilihan tentu-nya. Dan pastinya it has their own uniqeness yang pada banyak hal, tidak dapat dibandingkan begitu saja antara satu dengan yang lainnya.

 

Namun memang sangat disayangkan terlampau banyak kawan yang hanya bisa mencela dan menjelek-jelek-kan sebuah produk dan/atau teknologi tertentu tanpa mau berbuat sesuatu. Yupe, sesuatu yang bisa membuktikan dan menunjukan kepada orang lain bahwa mereka tidak hanya bisa bicara.

 

Dari itu, karena kita kurang lebih berada pada tahapan yang sama, kebanyakan baru sebatas mahir menggunakan, mahir melakukan instalasi, mahir melakukan troubleshooting tanpa belum memiliki kemampuan untuk membuat sendiri, maka ada baiknya kita coba sepakat untuk menggunakan ungkapan seperti yang sering diutarakan dan (kalau tidak salah) menjadi konsensus bersama di Fotografer.net yaitu:

 

agamamu (mau Canon, Nikon, Olympus, dll) adalah agamamu dan agamaku (mau Canon, Nikon, Olympus, dll) adalah agamaku !!!

Advertisements

8 thoughts on “‘agamamu’ dan ‘agamaku’

  1. Setuju mas Ladung ! Microsoft bagi sebagian orang adalah “agama” tersendiri. Biar bagaimana pun orang tetap menjadikan Microsoft sebagai benchmarking. Hal yang sama terjadi terhadap Apple Macintosh. Saat ini sudah terjadi kolaborasi yang baik antara beberapa “agama” ini. Dulu mau pake Macintosh, harus beli mesin Macintosh… sekarang udah ngga lagi tuh 😛

    Like

  2. Urusan agama yang satu ini saya terpaksa menggunakan dua agama. Liat-liat dulu kepentingannya. Untuk satu keperluan tertentu saya pakai agama open-source dan untuk satu keperluan lain saya pakai agama yang tidak open source seperti Microsoft. Dengan bersikap begitu maka saya akan menghargai dua agama itu.

    Like

  3. Menggunakan proprietary system atau Open Source itu adalah pilihan tentu-nya. Dan pastinya it has their own uniqeness yang pada banyak hal, tidak dapat dibandingkan begitu saja antara satu dengan yang lainnya. (betul sekali oom ladung sukses terus untuk anda dengan bergabung ke microsoft) jng lupa open source juga di dukung ,

    Like

  4. @ dede: wah, sudah seperti pemilu nih .. dukung mendukung .. hehehe. yang jelas saya akan selalu berusaha fair dalam berasumsi, baik itu proprietary maupun non-proprietary system.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.