Hunting GSB di Pekan Raya Jakarta

Hari Minggu ini saya diajak oleh seorang kawan (Adam Rozelly) dan beberapa kawan lainnya yang tergabung dalam kelompok fotografer Gerombolan Si Berat (GSB) untuk melakukan sesi pemotretan pre-wedding. GSB adalah kelompok penggemar fotografi yang saya ikuti selain FN, Fotografer Jakarta, FN-Kaltim dan FOBIA.

Kali ini, yang akan pre-wedding session adalah adiknya Adam yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini. Dan tempat yang dipilih adalah lokasi pelaksanaan Pekan Raya Jakarta di Kemayoran.

Well, saya pikir kenapa tidak? Toh selain saya belum pernah berkunjung ke Pekan Raya Jakarta, juga saya sangat jarang mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam sesi pemotretan pre-wedding apalagi ditempat yang pastinya ramai sekali. Akan menambah excitement dalam sesi pemotretan itu, karena diluar kebiasan dimana biasanya pasangan yang akan menikah lebih memilih tempat-tempat sepi untuk sesi pemotretan pre-wedding.

Namun apa lacur, saya bangun-nya telat. Jadi seharusnya saya bisa ikut serta dalam sesi pemotretan itu, akhirnya harus terlambat. Karena sang calon pengantin baru keburu berkemas-kemas dan pulang. Hum, sayang memang. Namun it’s OK kalau memang harus gagal kali ini.

Selain karena bangun yang kesiangan, juga karena jalur menuju lokasi PRJ itu yang ampun-ampun macet-nya. Yang jelas, waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak 50 meter saja diperlukan sekitar 15 menit. Belum lagi, setelah sampai diarea PRJ, saya masih harus muter-muter untuk mencari lokasi dimana kawan-kawan tersebut berada.

Akhirnya setelah berkeliling-keliling (sambil ngelirik-ngelirik stan-stan yang ada khususnya stan rokok, sepeda motor dan mobil) saya menemukan kawan-kawan itu. Hitung-hitung olahraga dikit lah.

Singkat kata, karena saya telat untuk sesi pemotretan pre-wedding itu, maka saya pun melaksanakan contigency plan, yaitu wisata kuliner.

Hehehe .. yupe. Wisata kuliner adalah hal utama yang membuat saya betah untuk terus bergabung bersama dengan kawan-kawan di GSB. Karena ternyata GSB itu menganut paham dan dogma yang sama dengan apa yang saya inginkan, yaitu:

Gerombolan siberat merupakan milis independent untuk semua pecinta fotografi di Indonesia untuk saling berbagi informasi, pengetahuan dan yang paling penting ……… MAKANAN !!!

Meminjam moto “motret nggak motret yang penting makan” Gerombolan Siberat dalam setiap aksi hunting foto berprinsip 1 kali hunting ………… 3 kali makan !!!

Jadi kalau anda merasa hobi fotografi sekaligus makan, memiliki kemampuan fotografi yang berbobot atau memiliki bobot bodi yang lumayan dan daya tampung makanan cukup memadai …….

Welcome to Gerombolan Siberat !!!

Dan hal itu benar-benar diamalkan oleh para GSB’ers setia. Sebuah hal yang selalu menjadi pakem dan SOP (Standard Operating Procedure) dari setiap acara kumpul-kumpul GSB. Sebuah amalan yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap anggota GSB .. hehehe .. dramatis banget ya gw .. halah.

Sebelum memulai wisata kuliner kami, ternyata rombongan kawan-kawan sebelumnya sudah melakukan amalan tersebut sebelum saya tiba disitu. Mereka sih menggunakan istilah kudapan, padahal yang mereka santap adalah makanan sekelas Kerak Telor, Soto Ayam, Sate Ayam, dll. Dubrak .. beneran .. itu bagi mereka masih kudapan.

Namun demikian, karena sudah sesuai dengan ‘sumpah’ GSB, maka wisata kuliner pun tetap dilanjutkan. Alhasil, ada wisata kuliner ke dua, dan masih bertempat didalam lokasi PRJ juga. Kali ini yang menjadi menu adalah Sate Padang, Nasi Padang, Nasi Goreng dan Sate Kambing yang dengan setia ditemani oleh Es Kelapa, Teh Botol, Aqua dan Teh Panas. Dan yang menjadi pelaku pada wisata kuliner kedua ini adalah saya sendiri, Adam Rozelly, Ali Gunawan, Reza Dado dan Wiku Suryomurti.

Sebenarnya sih rombongan kami, selain sang calon pengantin baru, berjumlah 7 orang. Namun karena satu dan lain hal, maka Alen (bersama dengan sang istri) dan satu lagi kawan (saya lupa nama-nya) harus terlebih dahulu pulang. Jadi ya tinggal kami berlima saja.

Our 1st MealOur 1st Meal

Sampai dengan tahap ini, kami lumayan ‘terisi’ yang kemudian kami lanjutkan dengan cuci mata menikmati PRJ. Selain street-hunting kami juga menyempatkan diri untuk mampir ke wahana Roda Gila dan Rumah Hantu (yang asli ga ada serem-seremnya). Pada wahana Roda Gila, semua penonton yang ada saat itu benar-benar kagum oleh aksi para stunt-man Roda Gila itu. Betapa tidak, mereka benar-benar bisa berada pada posisi 90 derajat. Ck .. ck .. OK lah ..

Setelah mencicipi dua wahana tadi, kami melanjutkan petualangan kami di PRJ dengan mampir ke beberapa stan yang ada di PRJ, diantaranya stan rokok, sepeda motor, mobil dan sepeda.

Pekan Raya Jakarta 2008Pekan Raya Jakarta 2008Pekan Raya Jakarta 2008Pekan Raya Jakarta 2008

Nah, ntah bagaimana ceritanya kami bisa nyasar di stan sepeda, padahal jelas-jelas bersepeda tidak masuk dalam daftar kegiatan kami. Dan juga sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dalam komunitas bike to work seperti yang sekarang ini sedang marak di Jakarta.

Sangat jelas bahwa kami tidak akan bergabung dalam komunitas itu, karena kalau kami bergabung disitu, lantas kapan kami motretnya .. ups .. makan maksudnya .. hihihi. Apalagi kalau kata si Wiku, beli sepedanya itu jauh lebih mahal ketimbang naik busway sehari-hari kalau kekantor .. hehehe.

Sayang banget duitnya, mendingan buat beli lensa deh smile_tongue

Anyway, agenda kami dalam petualangan kali ini tidak lain tidak bukan adalah untuk melakukan evangelisasi sekaligus perekrutan anggota GSB baru. Usaha dan petualangan kami berbuah hasil. Kami berhasil mendapatkan 2 anggota baru GSB.

Setelah melakukan sedikit interview berkaitan dengan beberapa hal dan memberikan komentar-komentar kepada target anggota baru, seperti:

– wajah kamu lucu

– kamu fotogenic deh

– senyum kamu ok

– eh, kok tinggi-nya pas ya

– hum, ga kedinginan nih

– ntar pulang bareng siapa

– dll

Pekan Raya Jakarta 2008Pekan Raya Jakarta 2008

Alhasil, kami berhasil menyakinkan sang target anggota baru agar ketika suatu hari nanti kami hubungi, mereka bersedia untuk ikut serta dalam acara GSB. Memang masih perlu ditindak lanjuti sih, yang jelas nomor HP dari masing-masing calon anggota itu sudah kami simpan and it’s kind of a good start for us .. hehehe.

Kalaupun mungkin mereka berdua tidak dapat berperan serta langsung sebagai penggila fotografi di GSB, at least mereka bisa jadi modelnya GSB deh. Hitung-hitung nambah pahala dengan menambah teman baru kan .. hehe.

Setelah lelah berkeliling lokasi PRJ dan karena malam sudah mulai terasa semakin mendekap, maka akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri petualangan kami malam itu. Saya, Adam dan Wiku akhirnya harus berpisah dengan Reza dan Ali. Karena saya, Adam dan Wiku berbeda arah dengan Reza dan Ali. Sedangkan Ali masih harus berada dilokasi PRJ sampai dengan PRJ-nya tutup. Karena Ali ternyata buka stan juga disitu, tepatnya di stan Kalimantan Barat.

Hm, ngomong-ngomong soal Kalimantan, pas di PRJ tadi, saya juga sempat menemukan stan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Lumayanlah untuk membantu mengobati rasa rindu terhadap kampung halaman. Saya dapat melihat ornamen-ornamen ukiran Dayak yang merupakan ornamen khas leluhur saya.

Pekan Raya Jakarta 2008Pekan Raya Jakarta 2008

Cukup sudah di PRJ. Saya, Adam dan Wiku akhirnya menuju ke parkiran dan kami bersama-sama pulang. Namun entah bagaimana ceritanya, si Wiku nyeletuk kalau dia lapar. Lagi ??? Celetukan si Wiku itu disambut dengan gegap gempita oleh Adam yang meng-iya-kan ide Wiku untuk wisata kuliner lagi.

Dubrak !!!

Karena memang ketika wisata kuliner yang sebelumnya, apa yang kami santap itu sebenarnya kurang ‘nendang’, maka saya akhirnya dengan ‘sangat terpaksa’ ikut setuju dengan ide untuk makan lagi. Dan setelah berdiskusi beberapa saat, akhirnya diputuskan bahwa tujuan selanjutnya adalah kawasan Kelapa Gading.

Sesampainya di Kelapa Gading, kami pun berhenti di rumah makan Seafood 212 Ikan Bakar. Hehehe .. another déjà vu. Padahal beberapa hari ini saya kangen banget ingin menyantap sea food. Akhirnya kesampaian juga deh.

Dirumah makan itu kami bertiga memesan:

– 1 porsi Kepiting Telor Saus Padang

– 1 porsi Kerang Hijau Rebus

– 2 porsi Kerang Hijau Goreng Kering

– 1 porsi Cumi Telor Bakar

– 1 porsi Udang Goreng Mentega

Semua hidangan tersebut dapat di ‘selesaikan’ dengan baik dan sempurna. Bahkan Adam masih sempat memesan 1 porsi Kepiting Soka dan 1 porsi Kepiting Telor Saus Padang untuk dia bawa pulang. Ck .. ck .. bener-bener nih si Adam .. TeOPe BANGET !!!

Our 2nd MealOur 2nd Mealme and Adam RozellyOur 2nd Meal

Akhirnya setelah kelar melakukan semua ‘ritual’ ke-GSB-an itu, kami pun pulang. Dan kami pulang dengan senyum terulas diwajah kami dan kepuasan yang tak terkatakan. Sembari berusaha sedapat mungkin untuk mengecap rasa santapan-santapan kami tadi itu. Sungguh weekend yang menyenangkan.

GSB emang bener-bener gw banget dah !!! Dan inilah kami, walaupun hasrat makan kami diatas rata-rata, namun kami masih tetap terlihat segar, lucu, imut dan proporsional bukan .. wuahaha …

Wiku - me - Reza - AdamAli - Reza - WikuAdam - Wiku - Reza - AliWiku - Me - Reza

Ali - Adam - Wiku - meme - Reza - Adam - Wiku

Advertisements

18 thoughts on “Hunting GSB di Pekan Raya Jakarta

  1. huehehhehe.. nice liputan bro.. kayaknya asik dan rame banget ya.. itu yang di water closed.. hehhehe.. sempet2nya moto2. eh secara saya juga penikmat foto (tapi bukan potograper) dan pecinta kuliner, demen icip2, kayaknya boleh ni. masih terima anggota gak ? wekekeke..

    nice blog om ladung. regards 🙂

    Like

  2. Hahahaha….edun pisan.. emang kalo urusan piring dan garpu GSB mah gak ada lawan nya deh.
    Ladung, Adam, Wiku, Ali cs… emang sebangun, cuma Wiku ynag perlu peng-gemukan. walhasil penjaringan anggota baru GSB nya berhasil dengan sukses. Selamat buat Ladung yg telah menuangkan liputan ini dgn baik. BRAVO GSB !

    Like

  3. @ Rasita Petrasari: wah mba Sari ini merendah ah. kan sebagai Bendahara dari FOBIA, mba Sari ga perlu harus turun tangan ikut motret, jadi cukup duduk manis sembari menunggu kawan-kawan FOBIA motret trus tarik setoran deh .. wuahaha. sebenarnya sih moto itu kamuflase saja mba untuk menutupi hobi makan-nya kami 😀

    Like

  4. @ Donal P Siahaan: bro, ga syaratnya kok. yang penting punya selera makan diatas rata-rata aja .. wuahaha

    @ Ruby Cahyadi: om Ruby, sebenarnya sih kita-kita ga sebangun-sebangun banget kok. tapi yang jelas selera-nya kita-kita yang overdosis .. hihi. mengenai anggota baru, itu tugasnya Adam, Wiku dan Resa untuk menindaklanjuti, kalau saya sih tinggal tunggu hasil aja. toh saya yang ‘buka’ jalan .. hehehe ..

    @ Kuplux Merah: alhamdulilah kalau aku dianggap kurusan. iya sih, soalnya lagi banyak-banyaknya makan hati nih belakangan ini 😛 wah .. moga-moga Adam ga baca entry ini ya, bisa di veto gw ntar 😀

    Like

  5. ‘dung. wah loe yak… makan ke kelapa gading gak ajak2. padahal waktu pisah sama loe, gw & reza beli sate. hahahaha laper juga.

    Like

  6. seru bangeeet baca2 blognya oom! “prinsip 1 kali hunting ………… 3 kali makan !!!” gokiiilz, hahahaha!

    sip, keep on jepreting, keep on blogging! cheers, oom!

    Like

  7. @ Ivan Lesmana: mungkin yang bener itu ” makan ga makan yang penting model ” .. ups .. salah, harusnya ” motret ga motret yang penting makan ” om .. hehehe .. I’ll keep on eating aja deh ..

    Like

  8. @mr ladung: 🙂 hahahaha motret ora motret sing penting mangan… betewe bole donk nar gw diajak2 kalo2 si model yang no telpnya uda save itu maw di huntingin.. 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.