Sampai Kapan

Menantikanmu dalam jiwaku
sabarku menunggu
berharap sendiri
Aku mencoba
merindukan bayanganmu
karena hanyalah bayanganmu yang ada

Hangat mentari dan terangnya rembulan
mengiringi hari-hariku yang tetap tanpa kehadiranmu
indahnya pelangi yang terbit kala sinar matamu menembus relung hatiku

Pantaskah diriku ingin mengharapkan
suatu yang lebih dari hanya sekedar perhatian
dari dirimu yang kau anggap biasa saja

Atau mestikah ku simpan dalam diri
lalu kuendapkan rasa ini terus selama-lamanya

Diriku cinta dirimu
dan hanya itulah satu
yang aku tak jujur kepadamu
Kuingin engkau mengerti
mungkinkah engkau sadari
cinta yang ada di hatiku
tanpa sepatah katapun ku ucapkan padamu

Oh sayang
dapatkah aku memanggilmu sayang

Sampai kapan
akupun tak sanggup tuk pastikan
kudapat memendam seluruh rasa ini

Dengarlah jeritan hatiku untukmu oh
dan aku ingin engkau mengerti apa yang dihatiku
sanubariku kita kan berdua selamanya

By: Maliq & D’essentials

Advertisements

3 thoughts on “Sampai Kapan

  1. sampe kapan…?!

    sampe lu tersadarkan diri..
    sampe lu sadar.. apabila ia telah, sesungguhya hilang dari dirimu…

    berbicaralah dengan hatimu..
    bukan dengan logika mu bro…

    Like

  2. Elu bgt niy laguu??
    Gak semua keinginan dapat tercapai…dan gak semua keinginan itu adalah yang terbaik menurut tuhan…jadiiii berdoalah minta yg terbaik buat lu…bukan minta keinginan lu terkabul….(hahaha…si bocah lg sok2an dewasa niy)…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s