Teknik penggunaan sub-domain

Apabila Anda perhatikan, blog saya ini beralamat di http://blog.ladung.web.id dari model penamaan/pengalamatan blog ini, dapat dipastikan bahwa blog saya ini merupakan bagian dari situs saya lainnya yang beralamat di http://www.ladung.web.id yang merupakan situs utama saya.

Belakangan saya mendapatkan pertanyaan yang kurang lebih serupa, mengenai bagaimana cara saya bisa menggunakan metode penamaan situs internet seperti itu. Apakah saya memiliki 2 nama domain berbeda di internet ataukah saya melakukan direction dari situs blog saya itu ke situs layanan blog seperti milik WordPress, dan/atau lainnya?

Mungkin daripada saya jawab satu persatu, saya akan coba jawab sesingkatnya melalui artikel ini.

Sub Domain dan manfaat

Sebenarnya saya hanya mempunyai 1 nama domain di internet, yaitu LADUNG.web.id yang saya daftarkan di PANDI dan kemudian domain tersebut saya host disalah satu perusahaan layanan jasa hosting internet, yaitu MWN. Dari nama domain yang hanya satu itu saya coba untuk memisahkan pemanfaatan nama domain itu sesuai dengan fungsinya.

Diawal, saya ingin memiliki sebuah situs yang beralamat di http://www.ladung.web.id saja. Namun kemudian setelah saya pikir lagi, dan melihat beberapa kawan lainnya, saya memutuskan untuk menggunakan sub-domain dari domain utama saya.

Jadilah saya memiliki situs http://blog.ladung.web.id yang merupakan halaman blog saya.

Agar para pengunjung situs saya dapat dengan mudah menuju situs blog saya, penggunaan sub-domain itu juga saya maksud agar saya dapat dengan mudah memantau aktifitas dan statistik pada situs-situs saya.

Metode sub-domain saya gunakan untuk membedakan traffic yang masuk ke situs saya, dapat dipantau berdasarkan alamat masing-masing situs. Seperti, traffic yang masuk ke http://www.ladung.web.id tentu akan berbeda dengan traffic yang masuk ke http://blog.ladung.web.id. Jadi saya tidak menggunakan metode re-direction terhadap situs saya tersebut.

Selain itu, apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada salah situs Anda, maka paling tidak Anda masih memiliki back-up situs lainnya. Walaupun metode seperti ini ketika menghadapi ‘serangan’ orang iseng bukanlah metode yang baik dan direkomendasikan.

Dengan menggunakan sub-domain, Anda dapat melakukan pembedaan content/isi dari situs Anda, sebagai contoh:

– domain utama sebagai incoming page situs Anda

– sub-domain pertama sebagai situs blog

– sub-domain kedua sebagai album foto

– dan seterusnya

Caranya

Sebenarnya caranya sangat mudah dan tidak membutuhkan skill Teknologi Informasi yang telalu dalam. Namun, sebelumnya Anda dapat menggunakan sub-domain pada situs Anda, berikut beberapa hal yang wajib Anda penuhi:

– nama domain internet yang berbayar

– layanan jasa hosting yang berbayar

– jasa hosting yang Anda pilih harus memiliki fasilitas sub-domain

Saya lebih memilih layanan nama domain dan hosting situs internet berbayar agar saya dapat dengan leluasa mengelola dan kreatif dengan situs saya itu. Pada umumnya layanan nama domain dan hosting situs internet yang gratisan, memiliki banyak kekurangan, seperti tidak menyediakan fasilitas sub-domain, dll.

Setelah Anda menggunakan layanan hosting situs internet berbayar, maka langkah yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan setup terhadap situs internet Anda melalui backend system yang disediakan oleh perusahaan layanan hosting internet Anda. Hal ini harusnya sangat mudah dilakukan, karena kebanyakan penyedia layanan hosting situs internet sudah menyediakan perangkat manajemen situs internet yang mudah untuk digunakan, seperti: CPANEL, SPANEL, dll.

Apabila Anda merasa kesulitan melakukan hal itu, Anda dapat meminta bantuan kepada petugas layanan jasa hosting yang Anda gunakan/pilih.

image

Demikian informasi ini, semoga dapat bermanfaat.

Advertisements

5 thoughts on “Teknik penggunaan sub-domain

  1. iya benar potingannya..saya juga menggunakan subdomain sebagai nama dari blog saya yaitu blog.rusari.com, disini domain utamanya adalah rusari.com dan saya menggunakan subdomain untuk blog saya yaitu blog.rusari.com

    Like

  2. wah.. simpel tapi saya langsung “ngeh”
    tapi kalau memanage sub domainnya apa lewat cpanel domain utama?

    Lalu saya pengen memakai blog untuk sub domain sya. bagaimana cara instalasi WP misalnya, manual atau lewat fantastico?

    saya sudah coba instal lewat fantastico tidak bisa. dan kalau mau masuk sbg admin di subdomain gimana caranya?

    trims

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.