Surat untuk Presiden Joko Widodo

Siapa yang tidak suka jalan-jalan dan bepergian ke daerah-daerah baru? Bisa dipastikan semua orang suka jalan-jalan, termasuk juga saya.

Nah, sejak tahun lalu, saya berusaha untuk mewujudkan impian saya sejak dulu, yaitu bepergian ke daerah-daerah terpencil dan pelosok di Indonesia. Bukan sekedar untuk menikmati pesona alam, melainkan juga merangkum banyak cerita dari saudara-saudara kita yang hidup di daerah-daerah pelosok.

VLOG #yukjalanjalan

Sebagai seorang pekerja visual untuk kalangan industrial (MIGAS, pertambangan dan energi) sebenarnya saya dan tim kerap bepergian ke beragam lokasi kerja industrial yang berada di pelosok Indonesia. Namun karena objektif saya adalah menuntaskan penugasan dari para klien, maka saya tidak terlampau leluasa untuk menggali dan mengumpulkan kisah-kisah yang berada di lokasi tersebut.

Sehingga, dengan latar belakang tersebut, maka saya dan beberapa kawan yang lain berusaha untuk meluangkan waktu menggunakan media VLOG sebagai sarana publikasi inisiatif #yukjalanjalan ini.

Melalui inisiatif #yukjalanjalan ini kami berusaha untuk mewujudkan mimpi tersebut. Mimpi yang kiranya tidak sekedar bermanfaat untuk memuaskan dahaga kami untuk jalan-jalan, melainkan juga sebuah upaya untuk menyampaikan kisah-kisah nyata yang tanpa polesan kepada khalayak ramai.

Dalam kata lain #yukjalanjalan ini adalah sebuah proyek idealis yang kami usahakan untuk dapat berlangsung hingga seterusnya.

Mungkin ada yang beranggapan saya latah mengikuti perkembangan jaman dengan memiliki kanal VLOG sendiri YouTube, atau ada pula yang beranggapan saya terlampau tua untuk punya VLOG sendiri. Well, sah-sah saja sih beranggapan demikian, tidak ada yang salah.

Tapi, tanpa ingin tenggelam dalam menanggapi itu semua, saya mengajak beberapa kawan untuk terlibat dalam inisiatif #yukjalanjalan ini. Mereka adalah:

Ada beberapa kawan-kawan lain yang sebenarnya saya ajak untuk ikut serta, namun karena satu dan lain hal, maka niat tersebut belum dapat terwujud.

Dari Ujung Barat hingga Ujung Timur Indonesia

Sebenarnya, saya sudah memulai nge-VLOG sejak penugasan oleh sebuah klien ke Provinsi Aceh, yaitu ke desa Tampur Paloh.

Namun secara resmi, inisiatif #yukjalanjalan secara resmi dimulai ketika saya dan Barry Kusuma mengunjungi Taman Nasional Baluran di Situbondo dan Banyuwangi. Yang kemudian kami lanjutkan ke Surabaya, Bojonegoro, Blora dan Cepu.

Dari situ, bersama dengan Arbain Rambey dan Bima Prasena, kami mendapatkan kesempatan lagi untuk bertandang ke Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

Dan sejak tanggal 23 Oktober 2018 hingga 02 November 2018, kami melanjutkan inisiatif #yukjalanjalan ke penjuru hulu sungai Mahakam, tepatnya ke desa Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu untuk menghadiri kegiatan Festival Hudoq 2018, bersama dengan Arbain Rambey, Galuh Azhar Wicaksana dan Uyau Moris.

Sungguh pengalaman perjalanan yang belum seberapa ini telah membantu untuk menambah wawasan kami, akan betapa beragamnya Indonesia ini. Indonesia yang tidak satu warnanya, melainkan warna-warni. Sebuah potensi sekaligus anugerah yang wajib dan patut kita syukuri.

Surat untuk Presiden Joko Widodo

Salah satu yang menarik selama perjalanan #yukjalanjalan, adalah ketika Arbain Rambey, Bima Prasena dan saya berkunjung ke Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya ke sebuah pulau yang terbagi menjadi 2 wilayah negara: Indonesia dan Malaysia.

Kami mengunjungi dan tinggal bersama dengan para murid “Sekolah Tapal Batas”. Sekolah itu adalah sebuah sekolah perintis yang merupakan inisiatif dari Ibu Suraidah. Ummy, demikian biasa beliau dipanggil, adalah seorang mantan dosen Universitas Hassanudin yang telah purna bakti atas keinginannya sendiri.

Ummy selama bertahun-tahun merintis kegiatan belajar dan mengajar di pulau Sebatik secara swadaya bersama dengan para orang tua murid yang mayoritas adalah para tenaga kerja Indonesia yang bekerja pada beragam perkebunan kelapa sawit di pulau Sebatik bagian Malaysia.

Anak-anak para TKI tersebut baru mulai tersentuk pendidikan ala Indonesia setelah Ummy mulai beraktifitas di pulau Sebatik. Dan kami menyaksikan sendiri betapa usaha yang dilakukan oleh Ummy di perbatasan negeri itu tidaklah mudah.

Beliau harus berkeliling dari kampung ke kampung untuk mengumpulkan anak-anak yang mau belajar, untuk kemudian ditampung pada sekolah yang amat sangat temporer bangunannya. Bahkan pernah pada satu periode, sekolah mereka harus menumpang pada kolong rumah-rumah penduduk di sekitar perbatasan itu.

Walaupun dengan usaha yang penuh perjuangan itu, Ummy beserta dengan para orang tua murid tetap semangat untuk melakukan usaha mereka dalam mendidik anak-anak disana. Tujuan utamanya adalah untuk menyadarkan dan mengingatkan anak-anak itu bahwa mereka adalah anak-anak Indonesia dan merupakan asset kebanggaan bangsa dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

Pada kunjungan kami ke Sebatik itu, kami mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan amanah dari salah seorang murid Sekolah Tapal Batas yang telah membuat sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Sebuah surat yang dibuat langsung oleh sang anak yang berisi harapan yang sungguh tulus dari seorang anak di perbatasan negeri ini.

Dan kami juga beruntung karena diperkenankan untuk merasakan kehidupan anak-anak Sekolah Tapal Batas sehari-sehari disana, makan bersama, belajar dan bermain bersama dengan mereka juga.

Semoga inisiatif #yukjalanjalan ini sungguh dapat berkesinambungan dengan dukungan pihak-pihak yang memiliki kepedulian yang sama untuk menyampaikan suara-suara dan kisah-kisah tanpa polesan tentang pelosok-pelosok di penjuru negeri ini.

Terima kasih yang tak terhingga kepada para pihak yang sampai dengan saat ini telah mendukung perjalanan kami:

Nah, untuk mengikuti seluruh kisah perjalanan kami di #yukjalanjalan, silahkan mampir, subscribe juga di kanal #yukjalanjalan agar tidak ketinggalan kisah-kisah selanjutnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.