Another average weekend

Malam Sabtu yang lalu setelah berusaha menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, dilanjutkan dengan belanja bulanan di Carrefour ITC Kuningan dan sedikit cuci-mata di mall Ambassador. Hehehe .. belanja bulanan terdengar seperti orang yang sudah berumah tangga. Maklum anak kost, jadi segala sesuatunya harus diurus sendiri, beda banget ketika masih kuliah dulu yang ga pernah terlintas untuk belanja bulanan.

Barangkali lantaran duit kiriman orang tua yang memang pas-pasan atau mungkin juga karena waktu kuliah dulu, banyak teman lokal (di Malang) yang bisa menjadi tumpuan hidup ketika sudah kanker.

Anyway, kelar belanja keperluan bulanan itu kemudian dolanan ke Red Square dan X2 di kawasan Plaza Senayan dengan Karlin, Sugi, dkk. Walau agak pening-pening lalat (karena saya hanya social drinker), saya berusaha sedapat mungkin untuk menikmati suasana (dan juga social-clubber) subuh itu. Not bad-lah untuk membunuh suntuk yang entah kenapa belakangan ini kerap datang. A wildest night I ever had

Dilanjutkan Sabtu sore-nya, diajak oleh Sugiyanto Yoanatan untuk hunting dadakan di apartemen Pearl Garden. Sebuah apartemen yang baru berdiri namun sudah sekitar 75% sold-out alias habis terjual. Heran bukan kepalang, karena apartemen yang kisaran harga-nya mulai dari ratusan rupiah hingga puluhan miliyar rupiah itu laris manis seperti kacang goreng. Ini sebuah bukti nyata bahwa di negeri ini, walaupun mayoritas rakyat-nya hidup dibawah ambang batas garis kemiskinan, masih ada rakyat yang dapat menikmati hidup mereka diatas rata-rata.

Syukurlah, paling tidak hal semacam ini berarti membuka lapangan pekerjaan baru dibidang properti/perumahan dan juga membantu mempertahankan devisa negara ini agar tidak berpindah ke negara-negara lain seperti di Singapura dimana (lupa prosentase persis-nya, kalau tidak salah dulu pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta di Indonesia) banyak warga negeri yang memiliki apartemen disana, bahkan di apartemen-apartemen yang tergolong mewah.

Sambil berkhayal punya apartemen sebagus itu saya lanjutkan motret dan berikut ini adalah beberapa hasil foto yang sempat saya rekam.

Setelah puas motret dengan hasil pas-pasan itu, dilanjutkan dengan dolanan lagi ke Inacraft yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Walau diiringi hujan rintik-rintik, namun animo masyarkat yang datang pada Inacraft tersebut sungguh luar biasa. Bayangkan saja, seluruh stan yang berada pada Inacraft tersebut tidak sepi pengunjung. Memang sudah sepantasnya hal itu terjadi, at least kita sudah menunjukan penghargaan kita terhadap produk dalam negeri.

Walaupun tidak terlalu menarik buat saya, pada Inacraft ini saya sempatkan untuk membeli sebuah baju batik. Hm, harga-nya sih lumayan dibanding kalau duit-nya dipakai untuk beli filter lensa atau hood.

Dan hari Minggu ini akan diisi dengan mencicil pekerjaan yang masih tersisa dan juga menyantap XBOX dengan NBA game-nya, kemudian coba berpikir untuk nulis apa lagi malam nanti.

Well … it just my another average weekend …

Advertisements

2 thoughts on “Another average weekend

  1. Santai cui. Gua yakin average weekend seperti itu, bukan cuman lo yang alami. Udah lah, ga perlu terlalu dipikir, kalau memang untuk lo, pasti ga akan kemana – ups – hahahaha – enjoy your weekend ya and let’s meet in the office …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s