Jejaring sosial ala FACEBOOK untuk perusahaan. Mungkingkah?

Pada suatu hari dikawasan pusat bisnis di Jakarta, terjadi percakapan berikut:

Budi: Eh, kamu Ladung kan?

Ladung: Iya. Saya Ladung. Hm, kamu siapa ya? Kok sepertinya kenal?

Budi: Wah, aku Budi. Teman lama waktu masih SD dulu di Pulau Bunyu.

Ladung: Oh iya. Ingat sekarang aku. Apa kabar? Sekarang tinggal dimana?

Budi: Kabar baik nih. Aku tinggal di Jakarta. Eh, kamu punya Facebook ga?

Sebuah percakapan standar yang barangkali juga pernah Anda alami. Apabila Anda perhatikan, dialog diatas ditutup dengan sebuah pertanyaan berkaitan dengan Facebook.

Saat ini, dapat dipastikan sebagian dari para pengguna internet sudah tidak asing lagi dengan layanan jejaring sosial seperti Facebook, Myspace, Hi5, dll. Selain layanan jejaring sosial seperti yang sudah disebutkan diatas, yang juga marak saat ini adalah layanan sosial dalam bentuk micro-blogging (layanan online status berbasis 140 karakter) seperti Twitter, Plurk, dll.

Dalam prakteknya sehari-hari, layanan jejaring sosial semacam itu rutin diakses oleh ratusan ribu atau bahkan jutaan pengguna internet dari seluruh dunia. Dengan semakin ‘matang’-nya penetrasi koneksi internet di berbagai negara, pemanfaatan layanan jejaring sosial tersebut tidak dapat dipungkiri turut memberi andil terhadap perubahan/evolusi terhadap bagaimana cara manusi berinteraksi satu sama lain.

Teknologi internet perlahan namun pasti saat ini bisa dikatakan menjadi sebuah fenomena tersendiri. Dapat Anda simak, percakapan diawal tadi yang menggambarkan bahwa ada semacam ‘ketergantungan sosial’ terhadap layanan tersebut, walaupun belum dapat disetarakan dengan kebutuhan asasi manusia akan sandang, pangan dan papan.

Layanan jejaring sosial untuk perusahaan

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, pemanfaatan layanan jejaring sosial semacam Facebook, Myspace atau yang sejenis untuk kalangan perusahaan saat ini dapat menjadi hal yang patut dipertimbangkan.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu BUMN ternama di Indonesia menganjurkan karyawan-nya untuk membuat akun pada situs Facebook. Tujuan-nya adalah agar melalui Facebook, BUMN tersebut dapat lebih dekat dan dapat lebih leluasa berkomunikasi dengan para pelanggan-nya.

Hal tersebut sangat masuk akal, karena basis industri dari BUMN tersebut juga berkaitan dengan layanan internet. Dengan memiliki akun di Facebook, para karyawan diharapkan dapat langsung berkomunikasi dengan para pelanggan mereka dan bisa mendapatkan informasi ‘tangan pertama’ langsung dari konsumen mereka, sehingga BUMN tersebut dapat mengambil langkah terhadap informasi yang mereka dapatkan langsung dari pelanggan mereka.

Lantas apakah jenis usaha yang berkaitan dengan layanan internet/komunikasi saja yang dapat memanfaatkan layanan jejaring sosial? Jawaban-nya tentu saja, Tidak.

Baru-baru ini, Microsoft Corporation menerbitkan sebuah artikel dimajalah Hart’ E&P. Pada artikel tersebut terpapar sebuah fakta bahwa ternyata layanan jejaring sosial juga dapat membantu salah satu pelanggan-nya yang bergerak pada bidang Minyak dan Gas Bumi dalam rangka menjalankan kegiatan operasional mereka sehari-hari.

ConocoPhillips adalah salah satu pemain besar dalam industri Minyak dan Gas Bumi yang telah mendapatkan manfaat langsung dari penerapan teknologi dan solusi jejaring sosial dalam organisasi mereka. Tentu saja, demi beberapa alasan administratif dan teknis, layanan jejaring sosial yang diterapkan oleh ConocoPhillips menerapkan layanan jejaring sosial mereka sendiri.

ConocoPhillips mengadopsi mekanisme dan cara kerja dari jejaring sosial seperti Facebook itu, dan mereka terapkan pada organisasi ConocoPhillips secara global dengan menggunakan teknologi yang mereka yakini.

“With our Intranet-based discussion forums, state-ofthe-
art browse-and-search tools, and content management
processes, our portal structure goes a long way in addressing
the looming generational gap and maintaining our intellectual
capital. This is a key part of our strategy to retain critical
knowledge,” said
Dan Ranta, director of upstream knowledge
sharing at
ConocoPhillips.

**********************************

“Portal sites make it possible for a diverse, global work force
to connect with each other easily, aided by a business-focused
network structure that encourages people to form trusted relationships
regardless of their location
,” Ranta adds.

*********************************

“The business impact of collaboration has made Conoco-
Phillips’ people and operations safer, lessened environmental
impacts, and helped our operations reduce or avoid lost production,”
Ranta said. “Our operations have become more efficient,
as in the case of our North Sea Business Unit that created
and implemented a new Production Optimization Center.
Along with reducing production losses, the POC has improved
production coordination, planning, and communication.”

Dari pernyataan-pernyataan Ranta tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa perusahaan sekelas ConocoPhillips memperoleh manfaat dari diterapkan-nya teknologi dan solusi jejaring sosial pada perusahaan mereka.

Data yang terdapat tabel berikut diperoleh dari hasil interview terhadap 10 praktisi perminyakan dan gas bumi. 4 dari kesepuluh praktisi tersebut menyatakan bahwa model baru dari social media dapat membantu mereka dalam meningkatkan produktifitas mereka serta membantu mereka dalam berkolaborasi.

Tabel tersebut barangkali dapat memaparkan mengenai posisi layanan jejaring sosial serta pemanfaatan-nya untuk mendukung kegiatan pekerjaan sehari-hari bagi seorang praktisi professional pada bidangnya masing-masing.

Masih pada artikel Microsoft tersebut, disampaikan sebuah contoh yang dialami oleh salah satu karyawan ConocoPhillips berkaitan dengan pekerjaan yang dia hadapi sehari-hari.

Dijelaskan bahwa:

Ada seorang karyawan ConocoPhillips dari Indonesia yang menyampaikan sebuah pertanyaan mengenai apakah aman untuk memperpanjang masa operasi dari sebuah power turbine walaupun sudah waktunya power turbine itu untuk mengalami perawatan.

Perawatan tersebut akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kuantitas produksi, karena ketika perawatan tersebut dilakukan, maka power tubine yang diperlukan pada proses produksi akan dimatikan/tidak bekerja.

Pertanyaan yang disampaikan pada layanan jejaring sosial internal ConocoPhillips tersebut langsung mendapatkan respon dari para pakar yang berasal dari Alaska, Australia dan juga yang berada dikantor pusat ConocoPhillips.

Yang memberikan keterangan bahwa adalah aman dan dimungkinkan untuk mengoperasikan power turbine melebihi batas waktu perawatan-nya. Dengan beberapa catatan bahwa getaran yang dihasilkan oleh power turbine tersebut masih dalam ambang batas dan beberapa hal lainnya.

Melalui hal ini, unit bisnis ConocoPhillips yang berada di Indonesia dapat menghindari jutaan dollar biaya tambahan yang harus mereka keluarkan apabila mereka tidak memperpanjang sementara waktu, masa operasional power turbine tersebut.

Dengan adanya manfaat langsung dari sisi finansial yang diperoleh ConocoPhillips membuat penerapan layanan jejaring sosial pada organisasi mereka dapat dijustifikasi dengan jelas serta dapat dipertanggung-jawabkan.

Tentu saja banyak lagi contoh serta fakta yang sangat nyata dari manfaat layanan jejaring sosial yang dapat kita gunakan. Tidak sebatas perorangan saja, melaikan juga sebagai sebuah organisasi yang membutuhkan banyak informasi dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari.

Tidak sedikit memang yang harus dipersiapkan sebelum dapat menerapkan mekanisme layanan jejaring sosial di internet terhadap sebuah organisasi. Mulai dari teknologi/solusi yang dipilih diharapkan tidak membuat para pengguna-nya terperangkap dalam mekanisme yang rumit, serta budaya online dalam organisasi yang juga harus dibangun terlebih dahulu sebelum melakukan penerapan solusi layanan jejaring sosial, dll.

Hal tersebut diatas harus diakui menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh organisasi, tapi bukan berarti dengan adanya tantangan tersebut, penerapan layanan jejaring sosial dalam sebuah organisasi bisnis tidak mungkin bukan.

Bisa jadi, perusahaan tempat Anda bekerja juga merupakan organisasi yang ternyata membutuhkan layanan jejaring sosial.

Tautan-tautan terkait artikel ini:

Advertisements

8 thoughts on “Jejaring sosial ala FACEBOOK untuk perusahaan. Mungkingkah?

  1. wah sepertinya Pak Ladung ini bekerja di salah satu perusahaan minyak terkemuka di dunia ya? Sebuah artikel yang menarik dan menambah wawasan.Untuk perusahaan keciil sepertinya Facebook bisa dijadikan ajang promosi yang paling murah dengan fitur Fan Pagenya 🙂

    Like

  2. OMG, ternyata bukan perusahaan minyak tetapi perusahaan Software terbesar di dunia — Microsoft. Yaa, saya suka IT dan programming, tetapi sepertinya belum ada jalan untuk pergi ke jenjang yang lebih besar lagi dalam dunia IT. hehehe, tunggu saja satu saat nanti 🙂

    Like

  3. Idenya bagus untuk penerapan jejaring sosial di perusahaan tetapi jika menggunakan layanan seperti facebook, akan membuat user asyik sendiri di dunia facebook karena layanan tersebut juga terkait dengan berbagai macam aplikasi lain yg akan diakses oleh user dimana hal ini belum tentu bermanfaat bagi perusahaan. Apalagi untuk perusahaan yang memilki bandwidth terbatas… bisa jadi problem nantinya. Karena ada juga perusahaan yang menjalankan beberapa aplikasi secara online untuk internal.
    Tetapi jika perusahaan membuat jejaring sosial sendiri seperti canoco, ini bisa menjadi solusi yg baik. thanks

    Like

  4. maaf pak, mau tanya, kira2 siapa ya pakar IT yang paham betul mengenai situs jejaring sosial ini? yang benar2 tau seluk beluk, termasuk security dari jejaring sosial itu sendiri..
    terima kasih pak..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.