Traveling dengan Drone?

Beberapa waktu belakangan ini kerap kita dapati informasi yang cukup membuat para pengguna ponsel pintar terkejut, karena salah satu merk ponsel ternama pada tipe tertentu telah dilarang oleh beberapa maskapai penerbangan untuk dinyalakan atau di charge di dalam pesawat udara ketika bepergian, termasuk salah satu maskapai yang melarang adalah Garuda Indonesia, bahkan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia juga menerbitkan himbauan khusus terkait hal tersebut. Hal tersebut dilakukan karena telah terjadi beberapa insiden yang lumayan serius pada perangkat ponsel yang bersangkutan.

Dari beberapa sumber informasi, insiden yang terjadi terkait dengan kerusakan yang terdapat pada baterai yang digunakan oleh tipe ponsel tersebut. Baterai ponsel tersebut dapat menimbulkan percikan api ketika sedang digunakan atau pada kondisi sedang di charging, suatu hal yang tentu sangat berbahaya ketika kita sedang bepergian dengan pesawat udara.

Penggunaan Drone dan Keselamatan/Safety

Dengan semakin terjangkaunya harga drone, maka kita akan dapat dengan mudah menemukan orang-orang yang sedang menggunakan drone.

Apakah untuk tujuan komersial (pemetaan, pengambilan gambar udara, survei, dll), untuk kebutuhan militer dan pemerintahan, atau sekedar untuk hobi atau recreational flight. Populasi pengguna drone hari demi hari juga semakin meningkat, sehingga membuat banyak pihak menjadi semakin aware mengenai hal keamanan/safety dalam penggunaan drone.

Pola penggunaanya pun beragam, ada yang menerbangkan drone secara bertanggung-jawab dan tidak memaksakan diri, namun ada pula yang dengan beragam alasan, seolah abai terhadap unsur keselamatan ketika menerbangkan drone.

Para produsen drone biasanya sudah memberikan informasi mengenai safety/keselamatan penggunaan drone. Namun demikian kerap kali, para pengguna drone abai dalam memperhatikan hal tersebut dan menganggap remeh keselamatan sampai dengan terjadi insiden yang tidak hanya menimbulkan kerugian secara materi namun bisa juga kerugiaan lain seperti cidera yang dialami, atau bahkan korban jiwa.

Tidak sedikit memang insiden/kecelakaan yang melibatkan atau dikarenakan penggunaan drone secara sembrono. Seperti insiden yang terjadi pada bulan April 2016 yang lalu di bandar udara Heathrow, dan insiden-insiden lain yang masuk dalam kategori near miss (nyaris terjadi kecelakaan).

Dengan latar belakang itu pula, maka pada tahun 2015 yang lalu Kementerian Perhubungan menerbitkan Permenhub No.PM 90 Tahun 2015 yang kemudian diperbaharui dengan Permenhub No. PM 180 Tahun 2015. Keduanya mengatur penggunaan nir awak atau drone dalam kawasan udara Republik Indonesia.

Saya sendiri pernah mengalami insiden ketika menerbangkan drone saya pada beberapa bulan yang lalu. Dan saya akui insiden tersebut 80% terjadi karena kelalaian saya, karena saya tidak melakukan observasi secara memadai terhadap lokasi sebelum saya menerbangkan drone saya tersebut. Untunglah pada saat itu, tidak terdapat korban manusia.

Bepergiaan dengan drone

Nah, terkait dengan informasi diatas, saya belakangan juga sering menemukan pertanyaan dari kawan-kawan pengguna wahana UAS (Unmanned Aerial System) atau kita kenal juga dengan drone. Pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Apakah aman membawa drone ke dalam pesawat udara?
  • Apakah boleh membawa drone ke dalam pesawat udara?
  • Bagaimana prosedur membawa drone ke dalam pesawat udara?

Sama seperti informasi mengenai insiden yang terjadi dengan salah satu produk ponsel pintar diatas, ada beberapa insiden juga yang terjadi ketika seseorang bepergian dengan pesawat udara dan membawa drone.

Sebenarnya bukan drone secara keseluruhan yang dapat berbahaya ketika bepergiaan dengan pesawat udara, melainkan baterai yang digunakan oleh drone tersebut. Pada beberapa drone pintar atau smart drone, sudah dilengkapi dengan intelligent battery.Sesuai namanya intelligent battery sudah dilengkapi dengan beragam fitur keamanan. Namun demikian hal tersebut bukan merupakan jaminan bahwa tidak akan terjadi insiden.

Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas atau terkecuali Anda bepergiaan dengan chartered flight atau pesawat pribadi, berikut ini adalah beberapa hal berdasarkan pengalaman saya yang barangkali dapat Anda terapkan ketika akan bepergian dengan pesawat udara dengan membawa serta drone.

  • Gunakan media penyimpanan yang sesuai dengan ukuran kompatemen penyimpanan yang tersedia di pesawat udara, terutama apabila Anda berencana memasukan drone Anda ke dalam kabin pesawat.
  • JANGAN PERNAH membiarkan baterai drone Anda terpasang pada wahana/drone yang Anda bawa ke dalam pesawat udara.
  • JANGAN PERNAH lupa untuk selalu memastikan bahwa perangkat drone berikut remote control-nya dalam keadaan mati/non-aktif sebelum menaiki pesawat udara.
  • JANGAN PERNAH membawa serta baterai drone dalam keadaan fully charged. Karena kondisi tersebut, sangat rentan terhadap terjadinya insiden.
  • PASTIKAN bahwa baterai drone yang Anda bawa ke dalam pesawat udara tersebut pada kondisi kurang dari 30% atau 40% charged.
  • PASTIKAN bahwa baterai drone yang Anda bawa ke dalam pesawat udara tersebut terpisah satu dengan yang lainnya, sehingga meminimalkan baterai tersebut berbenturan antara satu dengan yang lain atau dengan benda lain.
  • SEDAPAT MUNGKIN membawa baterai drone Anda bersama ke dalam kabin. Jangan pernah menempatkan baterai drone Anda ke bagasi, terkecuali terpaksa.
  • Selalu tempatkan baterai drone Anda pada kompartemen yang dapat dengan mudah Anda awasi (misal: kompartemen di atas kepala, atau dititipkan ke pramugari/pramugara).
  • Apabila memungkinkan, buatlah foto ketika Anda sudah dapat membawa drone Anda ke dalam kabin pesawat. Hal itu sebagai referensi untuk penerbangan Anda selanjutnya. Karena bisa jadi, petugas yang berbeda, pada bandar udara yang sama dan maskapai yang sama akan memutuskan hal yang berbeda.
  • Saya sangat menyarankan untuk menggunakan maskapai seperti Garuda Indonesia, apabila Anda bepergian dengan membawa drone Anda. Bukan karena saya di endorsed oleh Garuda Indonesia, melainkan menurut saya sampai dengan saat ini, baggage handling Garuda Indonesia masih yang terbaik di Indonesia.
  • Apabila Anda dengan terpaksa harus menempatkan baterai drone Anda ke dalam bagasi pesawat udara, PASTIKAN bahwa baterai drone tersebut dalam keadaan yang aman:
    • Tidak gampang terbentur dengan benda lain
    • Posisi indikator baterai kurang dari 30% atau 40%
    • Baterai disimpan di dalam LiPO safety bag

Pengalaman saya bepergiaan dengan pesawat udara (domestik) dan membawa serta drone, pernah beberapa kali saya mengalami kendala, diantaranya adalah:

  • Drone dilarang dibawa ke dalam kabin karena ukuran tas yang menurut pihak pengelola bandar udara ukuran tasnya terlampau besar. Padahal setelah dilakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak maskapai udara yang bersangkutan, mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.
  • Larangan membawa drone ke dalam kabin pesawat merupakan wewenang pihak pengelola banda udara setempat. Sehingga tidak jarang kita mendapati kisah, bahwa perlakukan kepada para penumpang pesawat udara yang membawa drone itu bisa berbeda antara satu bandara dengan bandara lainnya.

Beberapa bandar udara yang kerap mempermasalahkan drone untuk dibawa ke dalam kabin pesawat adalah: Bandar Udara Sepinggan (Balikpapan), Bandar Udara Adi Sucipto (Yogyakarta), Bandar Udara Juanda (Surabaya), dan Bandar Udara Achmad Yani (Semarang). Sedangkan bandar udara lainnya, meskipun saya menumpang tipe pesawat yang sama, tidak mengalami masalah dan diperkenankan masuk ke dalam kabin pesawat.

Saya mengalami beberapa kali seperti berikut:

  • Oleh petugas AvSec pada saat X-Ray pertama kali ditanya mengenai bagasi (drone) yang saya bawa dan saya jelaskan bahwa itu adalah drone dan akhirnya tas drone saya diberi stiker safety checked oleh petugas AvSec.
  • Lantas oleh pihak counter check in saya diperkenankan membawa drone saya ke dalam kabin.
  • Dilanjutkan dengan X-Ray kedua ketika akan memasuki ruang tunggu, ditanya kembali oleh AvSec, dan drone saya diperkenankan masuk.
  • Namun ketika pada saat akan boarding justru dilarang oleh petugas yang berada pada counter boarding.

Membingungkan bukan? Well itulah kenyataan yang harus kita hadapi di negeri ini. Kalau tidak membingungkan, bukan Indonesia namanya 🙂

Apabila kita menghadapi hal seperti contoh di atas itu, maka tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan terkecuali berdoa dan berharap agar drone kita tidak mengalami masalah ketika ditempatkan ke dalam bagasi pesawat.

Memang lumayan mengkhawatirkan kita sebagai pemilik drone ketika ditempatkan ke dalam bagasi, apalagi dengan berjuta-juta kisah yang kerap kita temukan atau bahkan pernah dialami sendiri menganai baggage handling di banyak bandar udara di Indonesia yang terkenal ceroboh dan sembrono ketika menangani bagasi penumpang. Ada yang dibanting, dilempar, dan banyak perlakukan lain yang sangat tidak menguntungkan kita sebagai pengguna jasa transportasi udara.

Sebagai referensi, berikut adalah beberapa tautan mengenai traveling with drone atau LiPO battery yang saya dapat dari internet dan mungkin bermanfaat bagi Anda.

Apabila Anda ingin menambahkan informasi di atas silahkan yah, karena tentu saja pengalaman Anda bisa saja berbeda dengan apa yang saya alami.

Advertisements

5 thoughts on “Traveling dengan Drone?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s