Jadi Fotografer/Videografer dan dapat 2 miliar

Barangkali anda sudah sering membaca dan mendengar ungkapan yang kira-kira berbunyi sebagai berikut:

Do what you love. Love what you do.

Yang bila dalam bahasa Indonesia kurang lebih adalah:

Cintailah apa yang kamu lakukan. Dan lakukanlah apa yang kamu cintai.

Melakukan apa yang kita senangi dan mendapatkan imbalan dari yang kita senangi itu bisa dipastikan menjadi dambaan banyak orang. Memiliki kemampuan untuk menafkahi diri sendiri dan keluarga (membayar tagihan air, telepon, premi asuransi, cicilan ini dan itu, belanja kebutuhan dapur sampai belanja untuk sekedar memuaskan mata) dari kesenangan atau hobi yang kita lakukan adalah sebuah hal yang sangat ideal. Terlebih apabila imbalan atau bayaran yang kita terima itu bisa dibilang banyak, misalnya 2 miliar rupiah.

Ya, tentu banyak orang yang ingin seperti itu.

Tapi, artikel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang sudah saya sampaikan diatas itu. Bukan pula soal cara mendapatkan 2 miliar dari dari kegiatan fotografi dan videografi. Atau mengenai cara mengelola bisnis fotografi dan videografi. Bukan, bukan soal itu sama sekali.

Artikel ini adalah mengenai “Komunikasi Visual” atau “Visual Literacy”.

Lho, trus kalau membahas soal Komunikasi Visual, lantas mengapa mulai tajuk, pembukaan dari entry blog ini kok seolah-olah berisi mengenai tajuk tersebut.

Nah, itulah yang disebut sebagai click bait.

Saya tidak akan memberikan penjelasan mengenai click bait, namun apabila anda ingin mendapatkan penjelasan soal click baik silahkan menyimak video yang satu ini.

Apabila saat ini anda membaca artikel ini, maka bisa jadi anda termasuk yang sudah “terjebak” atau “makan umpan” saya soal tajuk artikel ini 🙂 Dan bila benar bahwa anda terpancing untuk menyimak artikel ini karena tajuk dan featured image, maka click bait ini berhasil.

Monkey Snapper
Foto ‘Monkey Snapper’ oleh Lucy Ray (Daily Mail).

Click bait sebenarnya bukan merupakan hal baru, melainkan sudah dilakukan oleh banyak praktisi internet sejak era internet mulai booming. Terutama sejak tahun 2014, dimana HOAX kian marak digunakan sebagai salah satu metode yang terbukti ampuh dan jitu untuk menyebarkan informasi. HOAX yang penyebarannya kerap menggunakan teknik click bait kemudian ditelan mentah-mentah oleh mereka yang menyimak HOAX tersebut.

Terlebih saat ini penyebaran pengguna internet di banyak negara, termasuk di Indonesia sudah semakin luas dan semakin sulit mengontrolnya. Sehingga setiap orang dengan akses internet dapat dengan mudah dipancing dan terpancing oleh click bait.

Click bait tidak lepas dari konsekuensi. Ada yang terhibur dengan click bait, namun adapula yang kesal karena click bait.

Judul artikel serta featured image untuk artikel yang satu ini memang sengaja saya pilih seperti itu. Dengan tujuan untuk memancing pengunjung mengklik tautan yang membawa anda ke artikel ini.

Artikel ini sebenarnya terkait dengan diskusi yang bertajuk “Komunikasi Visual dengan pendekatan Fotografi dan Videografi”. Diskusi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2017 pukul 14.00 WIB yang akan datang.

Komunikasi Visual dengan pendekatan Fotografi dan Videografi.
Komunikasi Visual dengan pendekatan Fotografi dan Videografi.

Pada kesempatan itu saya akan mengetengahkan topik mengenai komunikasi visual untuk kebutuhan komunikasi korporasi terutama dari kalangan industri MIGAS. Komunikasi visual melalui media fotografi dan videografi.

Mengapa komunikasi visual itu penting, dan apa saja manfaat yang akan didapat oleh korporasi dengan menerapkan komunikasi visual yang tepat. Apa saja prasyarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan produk komunikasi visual yang memadai dan pantas digunakan oleh kalangan korporasi (MIGAS).

Dan click bait yang saya lakukan melalui artikel ini kurang lebih mewakili apa saja isi dari diskusi itu nanti. Bagaimana visual dan narasi yang tepat, dapat menarik minat pemirsa.

Jadi apabila anda berkesempatan menghadiri IPA CONVEX 2017 silahkan mampir ke anjungan PERTAMINA pada jadwal yang tercantum diatas. Barangkali kita bisa berdikusi lebih lanjut mengenai tajuk diskusi tersebut.

Bagi anda yang berhalangan untuk menghadiri kegiatan tersebut, saya akan menjelaskan materi diskusi pada artikel-artikel selanjutnya.

Oiya, bagi anda yang serius ingin mengetahui bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan apa yang tercantum pada tajuk artikel ini, silahkan menyimak beberapa cara yang disampaikan oleh Eric Kim disini.

Mohon maaf bila anda termasuk orang yang kecewa yah karena click bait yang satu ini 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Jadi Fotografer/Videografer dan dapat 2 miliar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s