Memotret Para Pencari Minyak & Gas

Beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan assignment dari sebuah perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Inggris untuk mendokumentasikan kegiatan seismic 3 dimensi di Kalimantan Tengah.

Ini adalah kali pertama bagi saya mendapatkan penugasan untuk mendokumentasi kegiatan seismic, karena biasanya penugasan yang saya dapatkan adalah terkait dengan proses pengeboran dan produksi MIGAS (lepas pantai/offshore atau di darat/onshore).

Seperti biasa, saya selalu melakukan riset sebelum menjalani setiap penugasan dari pelanggan-pelanggan saya. Hal tersebut untuk menyamakan persepsi terhadap kebutuhan dokumentasi visual yang harus saya hasilkan pada saat penugasan, sehingga dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dari pelanggan saya. Selain itu, saya juga bisa memperhitungkan serta mempersiapkan apa-apa saja yang saya butuhkan secara tepat dan akurat ketika menjalani penugasan dari para pelanggan.

Dan sebagai photographer yang fokus pada genre industrial, saya diharap untuk bisa memahami dengan baik “bahasa” industri yang bersangkutan. Sehingga sering kali ekspektasi dari pelanggan amat tinggi dan tidak sekedar mengambil gambar semata, melainkan bisa menuangkan informasi yang ingin disampaikan oleh pelanggan melalui karya visual yang saya hasilkan.

Memotret Di Tengah Hutan

Bisa jadi sebenarnya apa yang saya jalani ketika penugasan tersebut bukanlah hal yang spesial bagi banyak orang yang rutin masuk keluar hutan, atau bagi mereka yang memang memiliki minat berpetualang di alam bebas.

Namun penugasan kali ini menjadi spesial bagi saya dan tim, karena walaupun kami menjelajah alam bebas, namun kami juga diwajibkan tetap patuh dan tunduk terhadap kaidah-kaidah keselamatan kerja yang diterapkan oleh pelanggan kami.

Jadi, walaupun kami berada di alam terbuka dan kerap kali berada di bawah rindangnya pepohonan besar di tengah hutan, kami tetap harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) serta memperhatikan situasi dan kondisi tempat saya mengambil gambar.

Tantangan

Lokasi pengambilan gambar yang saya jalani mayoritas berada di dalam hutan. Karena kegiatan seismic merupakan salah satu tahapan awal di dalam proses industri hulu MIGAS, maka fasilitas yang tersedia juga amat terbatas.

Kami menempuh perjalanan darat melalui jalan-jalan yang seadanya dengan kendaraan 4WD, menyusuri anak-anak sungai dengan speed boat, serta berjalan kaki menembus lebatnya hutan melalui jalan-jalan setapak yang sudah dibuka oleh tim land clearing & bridging.

Selain soal perjalanan, kami juga harus memperhatikan duri rotan yang sering kali kami dapati ketika menempuh jalan-jalan setapak menuju lokasi pengambilan gambar, serta binatang-binatang liar seperti ular sampai beruang yang kerap ditemui oleh mereka yang sehari-sehari bekerja pada lokasi seismic yang mencakup lebih dari 400 kilometer persegi itu.

Selain soal seperti yang saya sampaikan diatas, yang menjadi tantangan pada assignment kali ini adalah bagaimana saya bisa menghasilkan karya visual yang benar-benar bisa digunakan oleh pelanggan saya sebagai sebuah sarana komunikasi visual.

Bagaimana seluruh tahapan dalam kegiatan seismic tersebut dapat direkam sesuai dengan konteks penugasan tersebut.

Berikut adalah beberapa foto dari penugasan tersebut yang semoga menggambarkan pengalaman dan situasi ketika saya menjalani assignment tersebut diatas.

Sampai jumpa pada kisah lainnya.

Advertisements

One thought on “Memotret Para Pencari Minyak & Gas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s