Para Fotografer Muda Indonesia GO Internasional

Pada akhir bulan Maret 2017, saya mendapatkan sebuah pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp. Pesan dalam bahasa Inggris tersebut, mengejutkan saya, karena isinya yang tidak pernah saya sangka-sangka.

Melalui pesan singkat tersebut, saya ditanya apakah bersedia menjadi juri/Country Judge pada tayangan Photo Face-Off Season 4 yang akan ditayangkan serentak melalui kanal History. Awalnya saya ragu karena khawatir jangan-jangan itu adalah bagian dari guyonan April Mop, namun setelah mendapatkan alamat email dari si pengirim pesan, akhirnya saya menyanggupi tawaran tersebut.

Setelah melalui beberapa kali diskusi dengan tim produksi, akhirnya pada sekitar akhir bulan Mei 2017, pengambilan gambar pun dilakukan. Pengambilan gambar dilakukan hingga Juni 2017. Dan lokasi pengambilan gambar dilakukan di Sumatera, yaitu di Tanjung Pinang/Pulau Bintan.

Tidak banyak memang yang dapat saya sampaikan disini karena saya terikat dengan NDA (Non Disclosure Agreement) yang telah saya tanda tangani. Dan sebagai bagian dari keseharian saya dalam memproduksi karya foto dan video untuk klien-klien saya, tentu saya harus patuh terhadap NDA tersebut. Selain itu supaya artikel ini tidak menjadi spoiler, dan agar anda lebih afdol ketika menyaksikan tayangan tersebut.

Semoga artikel ini dapat memberi gambaran keseruan yang kami alami selama pengambilan gambar Photo Face-Off Season 4 di Indonesia.

Apa itu Photo Face-Off

Photo Face-Off (saya singkat menjadi PFO) adalah sebuah program reality show besutan HISTORY ASIA dan Canon Photomarathon Asia. Format PFO dikemas sebagai sebuah kompetisi fotografi diantara para fotografer amatir yang berasal dari Asia Tenggara. Dan saat ini PFO sudah masuk season  ke 4.

Pengambilan gambar/shooting dilakukan di beberapa negara, seperti di Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Malaysia, Taiwan dan juga di Indonesia.

Sejak pertama kali diproduksi sampai dengan saat ini, PFO (menurut saya) masih menjadi satu-satunya tayangan mengenai fotografi yang paling konsisten mengusung tema fotografi. Sama dengan kegiatan Canon Photomarathon yang merupakan agenda fotografi terbesar se-Asia Tenggara.

Sebagaimana layaknya sebuah ajang kompetisi, tersedia beragam hadiah bagi para juaranya. Berawal dari kompetisi di setiap negara yang disinggahi oleh PFO, pada akhir season akan ada acara final yang akan mengadu juara dari setiap negara untuk mendapatkan hadiah utama yang telah disediakan.

Setiap peserta PFO dihadapkan pada beragam tantangan untuk membuat karya yang HARUS dan WAJIB sesuai dengan brief yang sebelumnya telah ditentukan. Dan para juri memberikan penilaian dan menentukan siapa yang menjadi pemenang berdasarkan brief serta kriteria yang telah ditentukan pula.

Sebuah kompetisi fotografi yang sangat adil dan tentunya juga penuh dengan tantangan tersendiri. Tidak saja bagi para peserta, melainkan juga bagi para juri. Karena kami wajib menentukan juara dalam kurun waktu yang singkat dari hasil karya yang sangat baik dan diatas rata-rata tersebut.

Kalau saya tidak salah, sudah ada lebih dari 12 fotografer amatir dari Indonesia yang mengikuti PFO ini sejak season pertama. Latar belakang para peserta juga beragam, ada yang sebagai pelajar, mahasiswa, pengusaha, karyawan, menejer HRD, dll. Dan diantara mereka, ada yang kemudian setelah mengikuti PFO lantas memutuskan untuk menjadikan fotografi sebagai profesi.

Sedangkan rekan fotografer sejawat yang pernah menjadi juri pada PFO adalah: Jerry Aurum, Misbachul Munir, Mast Irham, Ed Wray dan saya sendiri. Masing-masing negara memiliki juri lokal/Country Judge dan Face-Off Judge sendiri, selain juga ada Justin Mott sebagai juri tetap PFO.

Sebelum dapat menjadi peserta PFO, para kandidat melalui harus mengajukan lamaran terlebih dahulu dan kemudian mengikuti serangkaian sesi wawancara dengan tim produksi PFO.

Dan mereka yang berhasil lolos dan menjadi peserta PFO adalah (saya susun berdasar umur yang paling muda):

Entah ada berapa kandidat yang mendaftar untuk mengikuti PFO, namun sangat jelas bahwa para peserta PFO season 4 ini memiliki kualitas karya dan kemampuan teknis fotografi yang baik. Dan apa yang menjadi kriteria pemilihan pesert PFO, tebakan saya mungkin salah satunya adalah kemampuan untuk berbahasa Inggris dengan baik, karena bahasa pengantar PFO adalah bahasa Inggris.

Informasi detail mengenai para peserta dan juri PFO season 4 dapat anda simak disini.

Bermain di Pantai

Saya dilahirkan dan dibesarkan di daerah pesisir Kalimantan (Balikpapan di Kalimantan Timur dan Pulau Bunyu; dulu Kalimantan Timur dan sekarang masuk dalam wilayah Kalimantan Utara), tentu kawasan pantai berikut dengan sinar matahari yang menyengat bukan merupakan hal asing bagi saya.

Walaupun bukan kali pertama, namun berada di depan kamera selalu saja membuat saya nervous. Ditambah, harus mengenakan pakaian resmi dan pengambilan gambar dilakukan di tepi pantai dengan sinar matahari yang menyengat.

Salah satu bfief  oleh tim produksi adalah saya diwajibkan untuk berpakai casual tapi resmi. Saya bukan seorang praktisi mode, bukan pula orang yang pandai serta piawai dalam berdandan, dan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Setelah bertanya ke beberapa kawan yang saya yakini lebih piawai dalam hal berbusana dan mencari referensi disana sini akhirnya saya mendapatkan kostum yang kiranya pantas untuk dikenakan dan sesuai dengan brief yang telah dikirimkan kepada saya. Hasilnya bagaimana? Ya begitulah, tidak terlampau banyak merubah penampilan, karena memang paketan darisananya sudah begini ini 🙂

Suasana pengambilan gambar sangat cair dan menyenangkan. Tim produksi sungguh dapat memahami kami (peserta dan juri) ketika ada beberapa adegan/scene yang harus beberapa kali retake. Maklumlah, kami bukan orang-orang yang biasa di depan kamera. Suasana pengambilan gambar dikondisikan sedemikian rupa, sehingga selama pengambilan gambar, kami merasa seperti bermain di pantai dan tidak sedang bekerja.

Saya salut dengan Galuh, Sony dan Mas Dodi (Datascrip) yang tetap konsisten menjalankan ibadah puasanya selama pengambilan gambar. Padahal cuaca saat pengambilan gambar seperti yang saya sampaikan sebelumnya sangat panas, bahkan kulit wajah saya sempat terkelupas padahal sudah menggunakan sun block.

Demikian pula Kyra dan Nadya, yang walaupun mereka berdua perempuan, namun tetap gesit dan cekatan ketika proses pengambilan gambar. Padahal tidak jarang mereka harus melakukan beberapa kegiatan yang lumayan penuh resiko.

Para peserta dituntut untuk menunjukan kemampuan terbaik mereka dalam memotret dengan beragam setting parameter yang beragam dengan memperhatikan semua aspek dan kaidah fotografi seperti komposisi, cahaya, dll. Walaupun tema sudah ditentukan terlebih dahulu, para peserta tetap memiliki kebebasan dalam mengekspresikan diri mereka melalui karya-karya yang mereka ciptakan.

Salah satu tantangan yang mungkin menarik adalah bahwa mereka wajib memahami kamera yang disediakan oleh tim produksi. Jenis dan tipe kamera yang mereka gunakan tidak diberitahukan sebelumnya, sehingga informasi mengenai teknis kamera baru mereka dapatkan beberapa saat sebelum pengambilan gambar tema yang bersangkutan.

Tidak mudah bagi kami para juri untuk menentukan foto yang layak menjadi juara pada setiap tema, karena karya para peserta sangat baik secara teknis fotografi. Namun, layaknya sebuah lomba, selain kecocokan dengan tema/brief dan penguasaan teknis, kembali kepada selera kami para juri.

Salah satu yang juga menarik pada PFO ini adalah pada setiap episode, para peserta PFO akan berhadapan dengan Justin Mott. Justin yang adalah juri tetap PFO akan berkompetisi dengan para peserta untuk mendapatkan hadiah utama pada setiap episode.

Jadwal Tayang

Informasi yang saya peroleh dari salah seorang produser PFO terkait dengan jadwal tayang PFO adalah sebagai berikut:

  • Episode #1 ditayangkan pada tanggal 24 Agustus 2017
  • Episode #2 ditayangkan pada tanggal 31 Agustus 2017
  • Episode #3 ditayangkan pada tanggal 7 September 2017
  • Episode #4 ditayangkan pada tanggal 14 September 2017
  • Episode #5 ditayangkan pada tanggal 21 September 2017
  • Episode #6 ditayangkan pada tanggal 28 September 2017

PFO akan ditayangkan pada setiap pukul 20:00 WIB di kanal HISTORY ASIA.

Perihal kapan PFO akan tersedia secara online pada situs internet HISTORY Asia saya belum mendapatkan informasi. Namun perkiraan saya, tayangan tersebut baru akan tersedia secara online setelah semua episode selesai ditayangkan di TV.

Dokumentasi (baca: foto-foto wefie) kami ketika menuju ke Bintan.

Dokumentasi disela-sela pengambilan gambar.

Dokumentasi lainnya.

Dokumentasi ketika launching PFO di Jakarta.

Bagi saya, keterlibatan pada produksi Photo Face-Off merupakan kesempatan yang sangat membantu untuk bisa belajar dan juga bekerjasama dengan beragam talent internasional, dan itu semakin melengkapi pengalaman internasional saya sebelumnya.

Semoga Photo Face-Off dapat terus ada, sehingga bisa semakin banyak fotografer Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bisa menunjukan kemampuannya pada kancah internasional.

Anda dapat menyimak PFO season sebelumnya pada beberapa tautan berikut ini:

Anda penasaran siapa yang berhasil mewakili Indonesia dalam final Photo Face-Off Season 4 kali ini? Dan siapa yang berhasil mengalahkan Justin Mott pada Photo Face-Off season 4?

Jangan lewatkan seluruh episode PFO. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda yang menyaksikannya.

Advertisements

One thought on “Para Fotografer Muda Indonesia GO Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s