Dari Penipu di Afrika menjadi Fotografer

Pagi ini di Facebook saya ditag oleh seorang praktisi fotografi Indonesia yaitu Mas Robin Wijaya yang berdomisili dan bekerja di New York. Postingan tersebut mengenai sebuah kisah yang inspiratif. Kisah yang berawal dari kecurigaan lantas berujung pada karya sosial yang luar biasa.

Berawal dari Scam

Kisah inspiratif itu diunggah oleh akun Pleasent Green di kanal YouTube.

Bila dicermati dari video pertama (tertanggal 22 Desember 2014) yang diunggah di YouTube, dia menceritakan pengalaman-pengalaman dia dengan para scammer di Internet, khususnya para scammer yang berasal dari Afrika.

Scam itu sendiri bukan sesuatu yang asing bagi para pengguna internet. Bila anda menggunakan fasilitas email yang disediakan oleh Google, Yahoo! dan Microsoft, kerap kali kita dapati pada folder Junk Mail surat elektronik yang oleh para penyedia layanan dikategorikan sebagai spam/scam/phising.

Sederhananya scam (tindakan) dan scammer (pelaku scam), dapat diartikan sebagai berikut:

Tindakan penipuan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain/organisasi dengan motif untuk mendapatkan keuntungan dan biasanya memiliki motif ekonomi.

Scam dapat dilakukan dengan beragam cara, dan berikut beberapa contohnya (saya kutip dari wesbite Isparmo):

  • Website palsu yang menyamar menjadi website Internet Banking, website Social Media, website Email (Gmail, Yahoo), website Onlineshop (Ebaym Amazon, Tokopedia) dll.  Cara ini akan mendapatkan data username dan password sehingga si penjahat pemilik website palsu bisa masuk (login) secara ilegal dan melakukan hal-hal penipuan atau kejahatan untuk mendapatkan uang. Tampilan website palsu ini dibuat sangat mirip dengan website aslinya, sehingga korban tidak curiga.
  • Website yang menawarkan untuk mendapatkan sesuatu secara Gratis. Misalnya menawarkan pulsa gratis, paket data gratis, voucher makan gratis, voucher hotel gratis dll tapi dengan syarat mengisi data-data nama, no hp, alamat email, dan meminta untuk menyebarkan alamat websitenya ke orang lain.
  • Website yang saat dikujungi tiba-tiba memberikan peringatan : Komputer atau Handphone Anda bervirus, komputer Anda di Hack dll dan memerintahkan kita untuk mengklik menu atau tombol tertentu untuk mengunjungi website atau mengistal suatu aplikasi atau software.

Kira-kira demikian apa itu scam dan bagaimana hal itu dilakukan. Tapi saya tidak akan lanjut menulis tentang scam. Jadi bila anda ingin tahu lebih banyak soal scam, silahkan cari referensinya di internet ya.

Joel Sang Scammer

Alkisah sang penipu bernama Joel dan dia berasal dari kota Monrovia, sebuah kota di Liberia. Liberia adalah sebuah negara di Afrika Barat yang berbatasan langsung dengan Pantai Gading/Ivory Coast dan Sierra Leone.

Dari informasi yang saya dapatkan di internet, walaupun Liberia adalah negara dengan bentuk Republik yang pertama kali menyatakan Merdeka dari penjajan di benua Afrika, namun layaknya sebuah negara yang kerap disibukan dengan perang dan kondisi keamanan yang tidak stabil, pertumbuhan ekonomi di Liberia amat memprihatinkan.

Dengan kondisi demikian, maka tidak mengherankan bila banyak kegiatan scam yang bersumber dari benua Afrika, dan salah satunya adalah dari Liberia.

Singkat cerita, penipuan yang dilakukan oleh Joel ditanggapi oleh akun Pleasant Green. Dan melalui kanalnya di YouTube, Pleasant Green menceritakan kisahnya dalam menanggapi penipuan yang dilakukan oleh Joel.

Proyek By d Grace of God

Pada penipuannya itu, Joel meminta Pleasant Green untuk mengirimkan barang-barang elektronik yang dapat dia jual dan gunakan di Liberia. Hal itu untuk mendukung keadaan ekonomi Joel dan keluarganya.

Pleasant Green kemudian mengirimkan kamera elektronik murah meriah ke Afrika dan meminta Joel untuk mengambil gambar foto dari lingkungan dimana dia tinggal. Dan Pleasant Green akan membayar setiap foto yang dia suka.

Joel benar-benar mengambil gambar foto dan mengirimkannya ke Pleasant Green. Namun karena pengetahuan Joel yang minim tentang fotografi, maka semua hasil fotonya tidak bisa dinikmati.

Akhirnya dikirimkan kamera baru dan beberapa metode pengambilan gambar yang benar. Alhasil, kemampuan fotografi Joel mulai membaik dan bisa menghasilkan foto-foto yang menurut Pleasant Green memadai.

Pada bagian ini, kisah penipuan yang dilakukan oleh Joel menjadi sebuah kisah yang inspiratif. Bagaimana niat menipu demi sekedar bertahan hidup oleh berganti menjadi sebuah karya sosial yang dilakukan oleh Joel di kampung halamannya.

Dari penipu, lantas Joel menjadi seorang fotografer dan bisa memiliki buku fotonya sendiri yang menurut informasi sudah laku terjual di 40 negara dan telah dapat mengumpulkan dana sebanyak $ 13,191.- pada tanggal 6 September 2017.

Ya, dari kegiatan penipuan, berujung pada proyek By d Grace of God yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti “Oleh Kemurahan Tuhan”.

Kisah mengenai Joel dirangkum oleh Pleasent Green pada video yang satu ini:

Bagi anda yang tertarik untuk mengetahui atau bahkan memesan buku foto Joel dan cinderamata proyek By d Grace of God silahkan mengunjungi tautan ini atau yang ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s