Serunya Menjuri Ribuan Foto

Pada tanggal 4 November 2017, saya dipercaya oleh Canon dan Datascrip untuk menjadi salah seorang juri bersama dengan ke-8 juri lainnya pada ajang Canon PhotoMarathon Indonesia (CPMI).

Dan ini adalah kali ketiga keterlibatan saya dalam ajang CPMI.

Pengalaman pertama adalah ketika pada tahun 2016 yang lalu, saya diminta menjadi pembicara untuk berbagi kepada para peserta CPMI mengenai pengalaman saya serta seluk beluk dalam menekuni Industrial Photography.

Pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya, karena saya bisa ke Yogyakarta gratis (kalau bisa saya sih ingin pensiun di kota ini), dan bisa berbagi kepada khalayak peserta yang jumlahnya ketika itu mencapai lebih dari 1.800 peserta.

Audience yang luar biasa banyak untuk sebuah presentasi fotografi dan juga merupakan audience terbanyak bagi saya. Sebelumnya pada medio tahun 2007 dan 2008, ketika saya masih bekerja di Microsoft, saya didaulat untuk menjadi salah satu pembicara pada beberapa peluncuran produk-produk baru Microsoft di main hall Jakarta Convention Center (JCC) di kawasan Gelora Bung Karno dan jumlah audience ketika itu mencapai angka 1.000-an orang juga.

Dan pengalaman kedua bagi saya terlibat dalam rangkaian gelaran Canon PhotoMarathon adalah ketika beberapa bulan yang lalu, bersama dengan Justin Mott dan Ed Wray sebagai juri pada Photo Face Off 2017 yang serentak ditayangkan pada kanal History di beberapa negara di Asia.

Sebenarnya sekitar tahun 2013 saya pernah mendaftar untuk menjadi peserta CPMI, namun karena jadwal yang selalu tidak bertepatan sehingga saya selalu gagal mengikuti lombanya. Semoga tahun depan saya bisa menjadi peserta dan barangkali saja bisa mencicipi hadiahnya CPMI juga πŸ˜€

Canon PhotoMarathon

Bagi sebagian besar peminat dan praktisi fotografi di Indonesia, bisa jadi sudah tidak asing lagi dengan Canon PhotoMarathon. Namun bagi anda yang mungkin kebetulan belum pernah mengetahui apa itu Canon PhotoMarathon, informasi ini mungkin bermanfaat.

Canon PhotoMarathon adalah sebuah agenda rutin yang diselenggarakan oleh Canon dan merupakan agenda kompetisi fotografi yang terbesar di Asia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Canon PhotoMarathon berlangsung pada beberapa negara di Asia. Dan untuk tahun 2017, Canon PhotoMarathon melebarkan sayapnya ke Hong Kong, Taiwan, Filipina, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, India, Brunei, Kamboja, RRC dan Sri Lanka. Secara keseluruhan, kompetisi ini terselenggara di 12 negara.

CPMI tahun 2017 adalah penyelenggaraannya yang ke 9 di Indonesia. CPMI diselenggarakan di dua kota, yaitu di Jakarta (4 November) dan di Yogyakarta (12 November 2017).

Dari tahun ke tahun, para peserta CPMI selalu membludak. Pesertanya berasal dari beragam kalangan. Mulai dari mereka yang baru memulai kegiatan fotografi, pelajar dan mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga para peserta yang sehari-seharinya berprofesi sebagai fotografer. Mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa.

Asal domisili para peserta juga beragam. Ada yang berasal dari daerah sekitar pelaksanaan acara (misal Jabodetabek), namun ada juga yang berasal dari luar pulau Jawa dan bahkan dari luar negeri.

Yang membuat saya salut terhadap Canon PhotoMarathon adalah walaupun kegiatan tersebut merupakan inisiatif dan diselenggarakan oleh Canon, namun dalam pelaksanaannya, Canon tidak membatasi merk dan jenis kamera yang digunakan oleh para peserta. Dan disitulah salah satu hebatnya Canon PhotoMarathon.

Selain tentu yang juga luar biasa adalah kemasan kegiatan oleh penyelenggaraannya diramu sedemikian rupa dengan menyajikan kegiatan-kegiatan yang memiliki unsur edukasi dan hiburan bagi para peserta dan juga orang lain yang kebetulan berada di lokasi kegiatan.

CPMI selalu memukau dalam hal jumlah peserta, kesiapan dan kesigapan panitia penyelenggara, materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara, hingga tentu saja adalah hadiah-hadiah bagi para pemenangnya.

Lomba Yang Tidak Sekedar Lomba

Menurut saya, Canon PhotoMarathon bukan sekedar lomba foto. Mengapa demikian?

Karena selain menjadi wadah bagi para peminat fotografi untuk unjuk kemampuan fotografinya, Canon PhotoMarathon juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bisa mendapatkan pengetahuan baru seputar fotorgafi, serta mendapatkan kawan-kawan baru juga. Karena pada Canon PhotoMarathon, para peserta wajib hadir dan mengikuti seluruh proses lomba yang berlangsung pada tempat tertentu yang tidak jarang menciptakan interaksi dan dialok yang aktif diantara pada peserta.

Canon PhotoMarathon juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk bertamasya oleh beberapa keluarga. Ketika di Yogyakarta tahun lalu, saya bertemu dengan sebuah keluarga yang seluruh anggota keluarganya (Ayah, Ibu dan kedua anak) menjadi peserta Canon PhotoMarathon. Keluarga itu mengatakan bahwa Canon PhotoMarathon menjadi kesempatan bagi mereka untuk terus kompak. Dan pada kesempatan itu pula, orang tua dalam keluarga itu mendapatkan kesempatan untuk membina serta mengamati keseriusan serta bakat fotografi dari  anak-anak mereka.

Ada juga kisah inspiratif mengenai usaha kecil menengah yang berawal dari Canon PhotoMarathon. Ada seorang kawan yang berdomisili di Yogyakarta dan merupakan salah seorang pemenang pada Canon PhotoMarathon. Berawal dari mengantar para penggemar fotografi yang bertandang ke Yogyakarta dan sekitarnya, lantas kawan saya itu sekarang menjadi seorang pengusaha penyedia layanan penyewaan kendaraan roda 4 (bahkan bis) dan sekaligus memiliki usaha penyedia jasa tur fotografi yang sukses.

Bahkan ada pula kisah romantis yang terjalin dari ajang Canon PhotoMarathon. Kalau saya tidak salah, ada beberapa pasang suami istri, yang awal perkenalan mereka dimulai ketika mereka mengikuti ajang Canon PhotoMarathon. Mungkin kalau kisah mereka direkam dalam bentuk film sepertinya seru juga ya πŸ™‚

Tentu banyak kisah-kisah lainnya yang menarik untuk disimak dan menjadi referensi bagi kita, yang mungkin saja bisa menjadi inspirasi dan penyemangat positif.

Menjuri Ribuan Foto

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta CPMI Jakarta 2017 juga mencapai ribuan orang. Jumlah yang fantastis untuk ukuran sebuah lomba foto yang berlangsung ditempat.

Pada CPMI, para peserta dihadapkan pada beberapa tema lomba yang berbeda. Biasanya ada 3 tema yang berbeda, dan untuk setiap tahun tema-tema itu selalu berbeda. Demikian pula tema untuk setiap kota pun berbeda.

Jadi dengan jumlah peserta serta beragamnya tema lomba, maka tidak mengherankan bila foto yang dihasilkan oleh para peserta berjumlah ribuan foto.

Kami para juri yang berjumlah 9 diwajibkan untuk memilih karya foto yang terbaik dan sesuai dengan tema yang dilombakan. Sungguh tidak mudah memilih dan menentukan foto-foto yang akan menjadi juara.

Walaupun jumlah foto yang diserahkan para peserta berjumlah ribuan, namun kami wajib untuk tetap jeli, seksama dan kritis dalam memilah-milah foto yang akan menjadi juara.

Akhirnya setelah berjibaku dengan jumlah foto yang ribuan itu, kami telah melaksanakan tugas kami untuk menentukan para pemenang Canon PhotoMarathon Indonesia tahun 2017 di Jakarta.

Terima kasih kepada Canon dan Datascrip yang telah berkenan menyelenggarakan Canon PhotoMarathon dan kegiatan fotografi lainnya.

Karena mengadakan Canon PhotoMarathon sungguh bukan hal remeh dan mudah, serta dibutuhkan biaya banyak untuk itu. Namun setelah sekian lama, Canon dan Datascrip tetap berkomitmen untuk menyemarakan fotografi di Indonesia.

Untuk mengetahui keseruan selama berlangsungnya Canon PhotoMarathon Indonesia 2017 Jakarta dan kisah-kisah dibalik layarnya, silahkan menyimak VLOG saya juga.

Dan jangan lupa untuk  subscribe pada kanal YouTube saya dan menyimak kisah-kisah seputar fotografi dan kisah-kisah seru lainnya juga ya πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s