Sejenak Melupakan Jakarta di Aceh

Sesekali dalam penugasan fotografi maupun videografi oleh para klien, saya mencoba untuk merekam situasi serta lokasi penugasan saya. Dari semua lokasi, yang menjadi kegemaran saya adalah ketika bisa berkunjung lokasi dimana penduduk lokal berkumpul, dan biasanya tempat itu adalah pasar tradisional.

Mengapa pasar tradisional? Bukannya di Jakarta banyak pasar tradisional?

Benar sekali, di Jakarta banyak sekali pasar tradisional. Namun, bila sedang berada di Jakarta, seolah waktu tersita oleh pekerjaan. Sehingga terkadang, kerinduan untuk street photography muncul ke permukaan.

Ketika saya berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Aceh, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pajak Pagi/Pasar Pagi yang terdapat di Kecamatan Kualasimpang. Pasar yang tidak terlampu besar memang bila dibandingkan dengan pasar-pasar tradisional yang terdapat di Jakarta, namun lumayanlah untuk mengobati kerinduan nyetrit.

Bagi saya nyetrit adalah sebuah metode untuk relaksasi yang lumayan efektif. Karena melalui nyetrit saya bisa “cuci mata” dan mendapatkan banyak hal di dalamnya.

Semoga pada penugasan selanjutnya saya masih bisa menyempatkan diri untuk nyetrit. Berikut adalah beberapa foto hasil nyetrit saya di Aceh. Untuk versi Instagram ada disini.

Dan menjelang akhir pekan, mari nyetrit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s